JAKARTA - Hasto Kristiyanto, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, mengunjungi Clungup Mangrove Conservation (CMC) di Tiga Warna, Malang Selatan, Jawa Timur pada hari Sabtu, 17 Oktober. Dalam kunjungan ini, Hasto didampingi oleh beberapa pejabat DPP PDIP, termasuk Ketua Bidang Koperasi dan UMKM, Andreas Eddy Susetyo, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, serta Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Eriko Sotarduga.
Selama berada di lokasi, Hasto terlihat berkeliling kawasan tersebut, mengunjungi rumah pembibitan, dan menanam mangrove bersama masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial bagi PDIP, melainkan merupakan bagian dari kampanye program Merawat Pertiwi yang terus digalakkan oleh partainya.
“Gerakan menanam mangrove itu wujud tanggung jawab menjaga kehidupan. Mangrove membantu melindungi pantai dari abrasi, menjadi tempat hidup dan berkembang biak berbagai biota laut, serta menyerap dan menyimpan karbon,” ungkap Hasto.
Pencatatan Koordinat Tanaman
Setelah menanam, Hasto membuka aplikasi peta di ponselnya untuk mencatat titik koordinat pohon yang baru saja ditanam. “Saya sekarang tahu dan mencatat koordinat tanaman ini, jadi kalau saya mau mengeceknya saya tahu lokasi persisnya,” tuturnya dengan senyuman.
Hasto dan rombongan kemudian bergabung dengan komunitas lokal untuk mengikuti webinar melalui Zoom yang disiarkan di kanal YouTube Tunas Hijau yang dikelola oleh pegiat lingkungan, M. Zamroni.
Dampak Ekonomi dari Konservasi
Sementara itu, Saptoyo, penggerak CMC, menjelaskan mengenai dampak positif dari konservasi kawasan tersebut terhadap perekonomian masyarakat. Ia menyatakan bahwa kawasan ini telah menjadi sumber kegiatan ekonomi bagi 60 orang, termasuk pemandu wisata, penyedia makanan untuk wisatawan, jasa penyeberangan, hingga homestay.
“Dampak manfaat dari tempat ini sudah berkontribusi, enggak banyak, mengungkit perekonomian kampung itu sebanyak 2 miliar per tahun,” jelasnya.
Zamroni juga memaparkan perjalanan Tunas Hijau yang telah berdiri sejak 1999 dan akademi Pangeran-Putri Lingkungan Hidup yang telah ada sejak 2002. Dalam webinar tersebut, tercatat 2.587 peserta yang mengikuti dan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan kepada Hasto.
Hasto, yang merupakan alumnus Universitas Pertahanan, menjawab pertanyaan peserta mengenai program Merawat Pertiwi dari PDIP. Ia menjelaskan bahwa program tersebut terinspirasi dari sosok Proklamator RI Soekarno dan Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, yang dikenal mencintai Indonesia.
“Bung Karno dan Bu Mega pencinta Indonesia sejati. Merawat pertiwi muncul dari dalam hati. Bangunlah jiwa anak bangsa bagi ibu pertiwi,” imbuhnya.
Forum tersebut juga membahas arah kolaborasi untuk menciptakan kredit karbon yang dapat diakses oleh komunitas masyarakat kecil dan terserap oleh pembeli global. Eriko menekankan bahwa meskipun jalan untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah karena banyaknya persyaratan, PDIP akan memperjuangkan hal ini di parlemen.
“Mari sama-sama berjuang, berdoa, berupaya, saudara-saudara di parlemen, bisa memperjuangkan ini sehingga terwujud dan kita doakan Clungup menjadi yang pertama,” harap Eriko.