Sebanyak 1.680 bibit mangrove ditanam di Pantai Tanjung Pakis yang terletak di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak perusahaan PLN EPI Group dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Dengan mengusung tema 'Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim', kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat yang tinggal di pesisir. Penanaman mangrove ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan CarbonEthics, yang berperan sebagai mitra lingkungan untuk mendukung proses penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan pertumbuhan mangrove secara berkelanjutan demi memastikan manfaat lingkungan yang optimal dalam jangka panjang.
Keadilan Iklim dan Perlindungan Masyarakat Rentan
Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI, Muhammad Aminuddin, menyatakan bahwa keadilan iklim tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim mendapatkan perlindungan serta manfaat dari berbagai program lingkungan. "Penanaman mangrove di Tanjung Pakis merupakan langkah konkret PLN EPI untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir, memulihkan ekosistem, sekaligus berkontribusi terhadap penyerapan karbon. Melalui aksi ini, kami ingin memastikan manfaat lingkungan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Aminuddin menjelaskan bahwa Pantai Tanjung Pakis dipilih karena memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga pesisir yang menghadapi tantangan seperti abrasi dan tekanan terhadap ekosistem mangrove. "Keberadaan mangrove menjadi benteng alami yang mampu melindungi garis pantai dari gelombang, abrasi, serta dampak kenaikan muka air laut," tambahnya.
Manfaat Ekosistem Mangrove
Selain berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, mangrove juga dikenal sebagai salah satu ekosistem blue carbon yang efektif dalam menyerap dan menyimpan karbon. "Ekosistem ini turut mendukung kualitas perairan, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat pesisir," jelas Aminuddin.
Dia juga menekankan bahwa melalui penanaman ini, PLN EPI tidak hanya berupaya meningkatkan tutupan vegetasi pesisir tetapi juga mendukung pemulihan fungsi ekologis kawasan pantai. Kegiatan ini melibatkan manajemen PLN EPI, perwakilan anak perusahaan, kelompok masyarakat setempat, serta berbagai pemangku kepentingan yang peduli terhadap pelestarian lingkungan.
Aminuddin menambahkan bahwa sebagai bagian dari pendekatan keberlanjutan yang terukur, program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman. "Bersama CarbonEthics, PLN EPI akan melakukan pemeliharaan, monitoring, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan tingkat keberhasilan hidup tanaman serta mengukur manfaat lingkungan yang dihasilkan," ungkapnya.
Dia berharap pendekatan ini dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar. Program rehabilitasi mangrove ini merupakan bagian dari komitmen PLN EPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN EPI mengajak semua pemangku kepentingan untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. "Penanaman 1.680 bibit mangrove di Tanjung Pakis menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan mitra lingkungan dapat menghasilkan dampak nyata bagi pelestarian ekosistem pesisir," tutup Aminuddin.