Update
Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional
News

--- Pencarian Bupati dan Sekda Kuansing yang Menghilang Saat OTT KPK ---

--- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan detik-detik pencarian Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, dan Sekda Kuansing, Zulkarnaen, yang menghilang saat operasi tangkap tangan terkait dugaan...

Gyan Kusuma 01 July 2026 61 pembaca liputan6.com liputan6.com
Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). (Merdeka.com/ arie Basuki)
Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). (Merdeka.com/ arie Basuki)
---TITLEEXCERPT--- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan detik-detik pencarian Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, dan Sekda Kuansing, Zulkarnaen, yang menghilang saat operasi tangkap tangan terkait dugaan lelang jabatan. ---CONTENT---

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan momen pencarian Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnaen, yang hilang saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terkait dugaan lelang jabatan di Pemerintah Kabupaten Kuansing, Riau. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan sempat tidak ditemukan saat KPK melakukan OTT.

Setelah menyerahkan diri pada malam hari Selasa, 30 Juni 2026, mereka menjalani pemeriksaan intensif. Namun, proses penahanan mereka tidak berjalan mulus karena keduanya tidak berada di lokasi saat OTT berlangsung, bahkan dilaporkan telah meninggalkan daerah asal mereka.

Pencarian yang Menantang

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Taufik Husein, menyatakan bahwa tim mengalami kesulitan dalam menemukan kedua tersangka di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian mereka. "Jadi memang ketika tim di lapangan melakukan pengamanan terhadap pihak-pihak yang diduga sesuai dengan laporan masyarakat yang diterima, kita mencari ke yang pasti karena Bupati kita cari ke rumah dinas ya," ungkap Taufik dalam konferensi pers di Gedung KPK pada Rabu, 1 Juli 2026.

Tim juga mencari di kantor pemerintahan Kabupaten Kuansing, tetapi tidak menemukan keduanya. "Dan kemudian diduga memang sudah ke luar dari Kabupaten Kuansing," tambahnya. Pencarian kemudian diperluas hingga ke luar Kuansing, termasuk ke Pekanbaru.

Informasi dan Strategi Pelarian

KPK mendapatkan informasi bahwa Suhardiman dan Zulkarnaen sempat dijemput oleh pihak tertentu. Namun, Taufik menegaskan bahwa fokus tim saat itu adalah untuk menemukan keberadaan kedua tersangka. "Bahwa ada informasi pihak yang menjemput, itu juga sudah diketahui oleh tim, tetapi kita fokus pada saat itu tim mencari keberadaan yang SA dan ZKN," jelasnya.

Taufik juga menambahkan bahwa Suhardiman diduga sudah mengetahui kedatangan tim KPK. Pihak Bupati dilaporkan langsung mengambil langkah untuk menghapus jejak dengan mengunjungi showroom tempat mobil yang dibeli dan menjadi barang bukti dalam kasus lelang jabatan. "Untuk upaya-upaya Bupati ketika mengetahui ada tim yang memantau, pihak Bupati melakukan pengamanan dengan mendatangi pihak showroom untuk menghilangkan jejak-jejak keberadaan mobil," jelas Taufik.

Mobil tersebut diketahui telah dibeli sejak tahun 2025 dan ada transaksi cicilan yang terus berlangsung, yang kemudian menjadi perhatian tim penyidik. "Karena sebenarnya mobil itu kan sudah dibeli dari tahun 2025 ya, tadi dicicil, dan informasi-informasi dugaan itu yang kemudian oleh tim didalami ada transaksi-transaksi cicilan yang kesekian kalinya," tutup Taufik.

Artikel Terkait