Update
Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow
News

Pendidikan Antikorupsi Jadi Kunci dalam Membangun Karakter Bangsa

Kementerian Dalam Negeri meluncurkan Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi, menekankan pentingnya pendidikan sejak dini untuk membentuk karakter dan integritas masyarakat.

Kalula Putri 11 May 2026 27 pembaca liputan6.com liputan6.com
Wamendagri Akhmad Wiyagus bersama Ketua KPK dan Mendikdasmen meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Kantor Kemendagri, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Delvira Hutabarat).
Wamendagri Akhmad Wiyagus bersama Ketua KPK dan Mendikdasmen meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Kantor Kemendagri, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Delvira Hutabarat).

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup untuk memberantas korupsi. Oleh karena itu, pendidikan antikorupsi yang dimulai sejak usia dini sangat diperlukan untuk membentuk karakter dan integritas individu. Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) berlangsung di Jakarta pada hari Senin, 11 Mei 2026, dengan dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sinergi dalam Pemberantasan Korupsi

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dalam upaya pemberantasan korupsi. Ia menyatakan, "Pemberantasan korupsi membutuhkan sinergi yang komprehensif, yang baik dari seluruh pemangku kepentingan. Korupsi adalah penyakit karakter."

Pendidikan sebagai Pencegahan

Wiyagus juga menegaskan bahwa penegakan hukum tidak cukup untuk mengatasi masalah korupsi. "Obatnya bukan hanya jeruji besi atau penegakan hukum, tetapi juga masuk ke tataran preemtif dan preventif," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan antikorupsi harus menjadi dasar dalam membangun karakter dan integritas bangsa. "Pendidikan antikorupsi juga adalah strategi kita untuk menciptakan kekebalan komunal terhadap perilaku yang menjurus kepada tindakan koruptif," jelasnya.

Lebih lanjut, Wiyagus menggarisbawahi pentingnya menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin sejak dini. Dengan demikian, diharapkan nilai integritas dapat menjadi prinsip hidup dalam melawan korupsi. "Dari pendidikan antikorupsi sejak dini juga merupakan langkah awal untuk menggeser paradigma bahwa kita harus melakukan normalisasi kejujuran dan denormalisasi korupsi," tutupnya.

Artikel Terkait