Hendri Satrio, seorang pengamat politik, memberikan perhatian khusus pada cara Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam menyampaikan informasi mengenai penanganan serta distribusi bantuan dari pemerintah. Ia berpendapat bahwa pendekatan komunikasi yang diterapkan oleh Teddy sangat layak untuk dicontoh, karena lebih menekankan pada data dan fakta yang jelas bagi masyarakat.
Menurut Hendri, informasi yang disampaikan oleh Teddy sangat konkret, mencakup berbagai aspek seperti jumlah armada yang digunakan, lokasi distribusi bantuan, serta jenis dan volume logistik yang dikirim kepada masyarakat yang terdampak. “Yang saya lihat, Teddy menyampaikannya cukup sederhana. Tidak banyak jargon, datanya jelas, barang yang dikirim kelihatan, dan tujuannya juga disebut. Model komunikasi seperti ini sebenarnya memang yang dibutuhkan publik,” ungkapnya.
Standar Komunikasi yang Diharapkan
Walaupun memberikan apresiasi terhadap cara penyampaian tersebut, Hendri menegaskan bahwa komunikasi yang jelas dan terukur seharusnya menjadi standar dalam pemerintahan. Ia berpendapat bahwa publik berhak mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami mengenai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. “Jadi jangan juga kemudian dianggap ini sesuatu yang sangat istimewa. Standar komunikasi pemerintah memang seharusnya seperti itu. Mungkin masalahnya, kita sudah terlalu lama menganggap sesuatu yang normal sebagai sebuah prestasi,” ujarnya.
Pentingnya Informasi yang Lugas
Hendri, yang juga merupakan pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, berpendapat bahwa komunikasi pemerintahan tidak perlu dibungkus dengan istilah birokrasi yang rumit atau jargon yang sulit dimengerti oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa publik membutuhkan informasi yang jelas mengenai langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah. “Publik itu sebenarnya tidak meminta penjelasan yang terlalu rumit. Kalau ada enam pesawat, ya sebut enam pesawat. Kalau ada puluhan ton logistik, sebut jumlahnya dan mau dibawa ke mana. Dengan begitu masyarakat bisa ikut melihat dan menilai kerja pemerintah,” jelasnya.
Hendri juga menilai bahwa cara Teddy dalam menyampaikan informasi dapat menjadi contoh komunikasi pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan ini dianggap dapat membantu publik memahami langkah-langkah yang diambil tanpa harus menerjemahkan istilah teknis yang membingungkan. Namun, ia mengingatkan bahwa komunikasi yang baik bukanlah tujuan akhir. Kualitas penyampaian informasi harus diimbangi dengan pelaksanaan program yang efektif dan tepat sasaran di lapangan. “Komunikasi yang bagus tentu positif, tetapi ujungnya tetap harus dilihat apakah barangnya sampai, apakah bantuannya tepat sasaran, apakah langkahnya cukup strategis, dan apakah persoalan di lapangan benar-benar tertangani. Jadi komunikasinya kita apresiasi, kerjanya tetap kita awasi,” tutup Hendri.