Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

--- Pengedar Obat Keras Ilegal Ditangkap di Warung Sembako Kalideres ---

--- Polisi berhasil mengungkap peredaran obat keras ilegal yang disamarkan dalam warung sembako di Kalideres, Jakarta Barat, dengan menangkap dua pelaku dan menyita ratusan butir obat terlarang. ---

Arya Yudhistira 03 May 2026 16 pembaca liputan6.com liputan6.com
---
Pengedar Obat Keras Ilegal Ditangkap di Warung Sembako Kalideres
---
Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Warung Sembako Digerebek Polisi
---TITLEEXCERPT--- Polisi berhasil mengungkap peredaran obat keras ilegal yang disamarkan dalam warung sembako di Kalideres, Jakarta Barat, dengan menangkap dua pelaku dan menyita ratusan butir obat terlarang. ---CONTENT---

Polisi mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi dengan menyamarkan diri sebagai warung sembako di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Penangkapan ini terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026, di kios yang terletak di Jalan Gagak, RT 07 RW 08, Kelurahan Semanan, yang diduga menjadi lokasi penjualan obat tanpa izin.


Dua orang pelaku berinisial ZF (26) dan MA (22) berhasil ditangkap dalam operasi tersebut. Dari lokasi, aparat kepolisian menyita ratusan butir obat keras dari berbagai jenis yang diduga siap untuk diedarkan. Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat mengenai transaksi obat keras ilegal yang mencurigakan di dekat perlintasan kereta api.


"Hasilnya, sebuah kios berkedok warung kelontong/sembako di depan pintu perlintasan kereta api berhasil digerebek,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang dirilis pada Minggu (3/5/2026). Penindakan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Metro Jaya sebagai upaya untuk memberantas peredaran obat-obatan ilegal di wilayah Jakarta.


Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengungkap praktik peredaran obat keras ilegal. "Kami mengucapkan terima kasih atas keberanian warga yang telah melapor,” katanya. Rachmad juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus menindak praktik serupa dan mendorong masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang mereka temui.


Dengan penangkapan ini, diharapkan dapat menekan peredaran obat keras ilegal di Jakarta, dan pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan serta penindakan terhadap pelanggaran serupa di masa mendatang.

Artikel Terkait