JAKARTA – Banyak individu mengeluhkan kebiasaan terbangun di malam hari untuk buang air kecil, yang sering kali diasosiasikan dengan diabetes atau masalah ginjal. Namun, hasil pemeriksaan kadar gula darah dan fungsi ginjal bisa saja menunjukkan hasil yang normal.
Dokter dan influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa salah satu penyebab yang sering diabaikan adalah kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur. Ia menyatakan bahwa aktivitas ini dapat mengganggu hormon yang berfungsi untuk mengurangi produksi urine di malam hari.
Pengaruh Aktivitas Otak terhadap Hormon Tidur
Menurut dr Cecep, saat seseorang terlibat dalam permainan di ponsel, aktivitas otak tetap tinggi, yang dapat menghambat produksi hormon tidur, melatonin. Akibatnya, hormon Anti-Diuretic Hormone (ADH) atau hormon yang berfungsi menahan kencing juga menurun, sehingga ginjal terus memproduksi urine.
"Asik main HP berpotensi hambat hormon tidur (melatonin) karena otak aktif, efeknya hormon penahan kencing (ADH) ikutan turun, ginjal terus produksi kencing," ujar dr Cecep.
Minum Air Sebelum Tidur
Lebih lanjut, dr Cecep juga menjelaskan bahwa anggapan bahwa minum air di malam hari adalah penyebab utama seseorang sering buang air kecil tidaklah sepenuhnya benar. Ia menekankan bahwa selama konsumsi air tidak berlebihan, minum sebelum tidur bukanlah faktor utama yang menyebabkan frekuensi buang air kecil yang tinggi.