YOGYAKARTA - Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) berpartisipasi dalam acara Awarding Night Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta di Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo pada hari Jumat, 23 Oktober. Dengan tema “Bersatu, Bergerak, Berdampak”, acara ini diadakan untuk memperingati ulang tahun ke-66 Karang Taruna, sekaligus memberikan penghargaan kepada Karang Taruna yang berprestasi, siswa Sekolah Rakyat, inovator sosial, serta kepala daerah yang mendukung pemberdayaan pemuda.
Rangkaian Acara yang Meriah
Ketua Pelaksana BBNKT 2026, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, mengungkapkan bahwa hampir 30 pengurus provinsi dan ratusan pengurus kabupaten hadir dalam acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan BBNKT mencakup Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional, Olimpiade Bahasa Asing Sekolah Rakyat, Festival Konten Karang Taruna, dan Pekan Inovasi Sosial di DIY. “Terselenggaranya perhelatan besar ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan berbagai pihak,” tutur GKR Hayu.
Apresiasi untuk Relawan dan Pengurus
Ketua Umum PNKT, Budisatrio Djiwandono, memberikan penghormatan khusus kepada pengurus dan relawan yang telah membantu masyarakat dalam menghadapi bencana di berbagai daerah. Ia menyebutkan perwakilan dari Lampung dan Banten yang cepat tanggap saat abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau menyebar, serta pengurus dari Nusa Tenggara Timur yang berdedikasi dalam menyalurkan bantuan saat terjadi gempa di Flores. Budisatrio juga menyampaikan apresiasi kepada ketua Karang Taruna dari provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan yang telah mendampingi masyarakat dan mendukung petugas dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan. “Semangat kami tidak padam. Semangat kami tidak pudar. Kami akan terus membantu pasukan Karang Taruna yang berjibaku setiap hari,” tegas Budisatrio.
Ia juga menyambut baik dihidupkannya kembali penghargaan Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional, dan menyatakan bahwa dukungan sangat penting agar program para peserta dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia berharap agar program unggulan para finalis dapat terhubung dengan kementerian-kementerian terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya mengukur keberhasilan organisasi sosial dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. “Jumlah kegiatan dan jumlah peserta adalah keluaran. Ukuran yang menentukan adalah hasil, yaitu perubahan nyata dalam kehidupan warganya,” ungkap Sri Sultan. Ia mendorong keterlibatan masyarakat dan pendampingan berkelanjutan agar inovasi sosial dapat terus memberikan manfaat dan menjadi pembelajaran bagi daerah lain.
Pada sesi Olimpiade Bahasa Asing Sekolah Rakyat, penghargaan diberikan kepada 12 pemenang dalam kategori bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Mandarin. “Kemendagri berkomitmen untuk mendukung penguatan Karang Taruna sebagai wadah pemberdayaan generasi muda dan kekuatan penggerak pembangunan, khususnya di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Akhmad.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, membawa pesan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi keberlanjutan karya dan pengabdian Karang Taruna kepada masyarakat.