Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
News

Penguatan Kerja Sama Militer: Prabowo dan Putin Bahas Pendidikan Pertahanan

Prabowo Subianto dan Vladimir Putin sepakat untuk memperkuat kerja sama militer antara Indonesia dan Rusia, dengan penekanan pada sektor pendidikan pertahanan.

Gyan Kusuma 14 April 2026 14 pembaca liputan6.com liputan6.com
Penguatan Kerja Sama Militer: Prabowo dan Putin Bahas Pendidikan Pertahanan
liputan6.com

Pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, berlangsung dengan penuh semangat. Dalam momen yang diadakan pada hari ini, kedua pemimpin membahas berbagai aspek penting dalam kerjasama militer, terutama yang berkaitan dengan pendidikan pertahanan.

Dalam pernyataannya, Putin menyatakan, "Saya sangat senang dengan pertemuan bilateral bersama Prabowo yang berlangsung hari ini." Pernyataan tersebut menunjukkan antusiasme Rusia dalam memperkuat hubungan dengan Indonesia, terutama di sektor pertahanan. Dialog ini menjadi langkah strategis bagi kedua negara dalam membangun kemitraan yang lebih erat di berbagai bidang, khususnya militer.

Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan Rusia, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks. "Kerja sama ini bukan hanya berarti penguatan alat utama sistem senjata, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan pertahanan," jelas Prabowo. Dengan adanya peningkatan di sektor pendidikan, diharapkan para prajurit dan personel militer kedua negara dapat saling berbagi pengetahuan serta keterampilan.

Lebih lanjut, Prabowo juga menjelaskan bahwa kerjasama dalam pendidikan pertahanan akan membuka peluang bagi pertukaran pelatihan dan program-program strategis yang dapat meningkatkan efektivitas kedua militer. Dalam hal ini, Prabowo mengharapkan adanya program pertukaran pelajar dan instruktur, sehingga pengalaman serta keahlian dapat diperoleh secara langsung.

Putin menanggapi hal tersebut dengan positif, menilai bahwa kerja sama yang kuat di sektor pendidikan pertahanan dapat membantu kedua negara dalam menghadapi ancaman yang ada. "Dengan terus memperkuat hubungan pendidikan, kita tidak hanya mendidik generasi yang akan datang, tetapi juga membangun jembatan kepercayaan antara kedua angkatan bersenjata," ungkap Putin.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara yang turut membahas rencana konkret untuk ke depan. Salah satu fokus yang ditekankan adalah pengadakan latihan militer bersama dan pengembangan teknologi dalam bidang pertahanan yang dapat dimanfaatkan oleh kedua negara.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menandai babak baru dalam hubungan militer antara Indonesia dan Rusia. Dengan penekanan pada pendidikan pertahanan, kedua negara berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman serta memperkuat kapabilitas militer masing-masing.

Ke depannya, kerja sama ini direncanakan akan dilanjutkan dengan sejumlah kesepakatan dan program konkret yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas regional dan global, serta memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait