Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Pengungkapan Jaringan Narkoba Internasional di Bekasi Melalui Penangkapan Sabu

Polisi berhasil membongkar jaringan narkoba internasional dengan menangkap seorang pria dan menyita 32 kilogram sabu di Bekasi dan Jakarta Utara.

Gyan Kusuma 18 May 2026 16 pembaca liputan6.com liputan6.com
Pengungkapan Jaringan Narkoba Internasional di Bekasi Melalui Penangkapan Sabu
Barang bukti Narkoba Jaringan Internasional di Bekasi. Istimewa

Polisi mengungkap peredaran narkoba dengan menyita 32 kilogram sabu yang diduga berasal dari Malaysia, yang rencananya akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Penangkapan ini dilakukan terhadap seorang pria berinisial VAR (32) di Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Penangkapan VAR berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di Jalan Kirana Legacy, Cilincing. Setelah menerima informasi tersebut, polisi segera melakukan penyergapan dan berhasil menemukan barang bukti berupa sabu dengan berat bruto 2.169 gram.

Pengembangan Kasus di Bekasi

Setelah penangkapan awal, pihak kepolisian melanjutkan penyelidikan ke sebuah unit apartemen yang terletak di Kabupaten Bekasi. Di lokasi tersebut, mereka menemukan tambahan 28 bungkus sabu dengan total berat mencapai 29,7 kilogram.

"Polda Metro Jaya kembali menggagalkan peredaran Narkoba jaringan Internasional jenis Sabu dengan barang bukti sebanyak kurang lebih 30 kilogram dan satu orang tersangka berinisial VAR (32)," ungkap Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ade Candra kepada wartawan pada Senin, 18 Mei 2026.

Barang Bukti dan Penyelidikan Lanjutan

AKBP Ade Candra juga menjelaskan bahwa sabu yang disita berasal dari jaringan di Malaysia. "Asal barang bukti sabu ini dari Malaysia dan akan diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya," tambahnya.

Selain sabu, polisi juga menyita berbagai barang bukti lainnya, termasuk timbangan manual, cutter, tas besar, dan telepon genggam. Semua barang bukti tersebut kini dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Artikel Terkait