Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Teknologi

Pentingnya Berpikir Kritis bagi Generasi Muda di Era Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk cara belajar dan bekerja. Di tengah kemajuan teknologi, kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan o...

Dewa Raka 06 July 2026 97 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia beroperasi, baik dalam bekerja, belajar, maupun dalam pengambilan keputusan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu bekal utama yang harus dimiliki oleh generasi muda sejak usia dini.

Laporan Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) memprediksi bahwa AI dan kemajuan teknologi akan mengubah sekitar 86 persen model bisnis di seluruh dunia. Transformasi ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 170 juta pekerjaan baru, namun di sisi lain juga akan menggantikan sekitar 92 juta jenis pekerjaan yang ada saat ini.

Keterampilan yang Diperlukan di Era AI

Perubahan yang terjadi menunjukkan bahwa kebutuhan di dunia kerja tidak hanya bergantung pada kemampuan akademis. Keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, kemampuan untuk memecahkan masalah, serta adaptasi terhadap perubahan kini menjadi kompetensi yang paling dicari di era kecerdasan buatan.

Tantangan bagi Pelajar Indonesia

Sayangnya, kesiapan pelajar Indonesia dalam aspek berpikir kritis masih menghadapi tantangan. Berdasarkan hasil PISA Creative Thinking 2022, hanya sekitar 5 persen siswa Indonesia yang berhasil mencapai level tertinggi dalam kemampuan berpikir kreatif. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan rata-rata negara anggota OECD yang mencapai 27 persen.

Artikel Terkait