Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Penurunan Harga Telur di Magetan, BGN Dorong Penggunaan Menu Telur untuk Stabilkan Harga

Badan Gizi Nasional mengarahkan SPPG di Jawa Timur untuk meningkatkan penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis guna mendukung peternak lokal yang terdampak penurunan harga.

Lare Ayu 09 May 2026 18 pembaca liputan6.com liputan6.com
Penurunan Harga Telur di Magetan, BGN Dorong Penggunaan Menu Telur untuk Stabilkan Harga
Untuk diketahui, menu yang dihadirkan dan diolah di dapur untuk Makan Bergizi Gratis dikelola langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN). (merdeka.com/Arie Basuki)

Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan instruksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur untuk memperbanyak penggunaan menu berbahan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap aksi damai para peternak ayam petelur di Magetan yang memprotes jatuhnya harga telur di tingkat peternak.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa pihaknya memahami tantangan yang dihadapi oleh peternak akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual telur. "Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen," jelasnya di Jakarta pada Jumat, 8 Mei 2026.

Peningkatan Frekuensi Menu Telur

Nanik menjelaskan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Satgas MBG Kabupaten Magetan, penggunaan menu telur di SPPG direncanakan akan ditingkatkan menjadi tiga kali dalam seminggu. Sebelumnya, menu telur hanya disajikan dua kali dalam seminggu. "Jadi untuk menaikkan harga telur, peternak program MBG akan menggunakan menu telur seminggu tiga kali. Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur," tambahnya.

Protes Peternak dan Dampak Ekonomi

Nanik juga menekankan bahwa selama ini SPPG di Kabupaten Magetan telah menggunakan pasokan telur dari peternak lokal dan tidak mengambil dari luar daerah, yang dianggap dapat membantu perputaran ekonomi masyarakat setempat. Sebelumnya, pada Rabu, 6 Mei 2026, sejumlah peternak ayam petelur di Magetan menggelar aksi damai di Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam. Dalam aksi tersebut, mereka membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur.

Para peternak mengungkapkan bahwa harga telur di tingkat kandang saat ini berkisar antara Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah yang sebesar Rp26.500 per kilogram. Mereka juga menyoroti tingginya harga pakan ternak dan kondisi overproduksi yang mengakibatkan hasil telur sulit terserap di pasar secara optimal.

Artikel Terkait