Update
Teknologi

Peran Mahasiswa dalam Melestarikan Bahasa Daerah di Indonesia

Mahasiswa memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah yang terancam punah. Keterlibatan mereka melalui penelitian dan dokumentasi menjadi langkah nyata untuk mewariskan bah...

Gyan Kusuma 16 July 2026 124 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id – Dalam menghadapi ancaman kepunahan berbagai bahasa daerah di Indonesia, mahasiswa memiliki peran yang sangat strategis. Keterlibatan generasi muda dalam penelitian dan dokumentasi dianggap sebagai salah satu langkah konkret untuk memastikan bahwa bahasa daerah dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Taufan Jaya, Peneliti Ahli Muda dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam sebuah diskusi yang bertajuk "Dokumentasi Bahasa Daerah: Peran Mahasiswa dalam Pelestarian Bahasa yang Terancam Punah". Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Bahasa Indonesia (IMABSI) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS).

Kekayaan Bahasa Daerah yang Perlu Dilestarikan

Taufan mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah yang sangat beragam dan perlu dijaga melalui berbagai langkah, seperti pemetaan bahasa, pengukuran vitalitas, dokumentasi, dan revitalisasi. Ia menekankan bahwa dokumentasi merupakan tahap yang sangat penting, karena hasilnya bisa digunakan sebagai bahan penyusunan kamus, tata bahasa, dan materi ajar.

"Dokumentasi bahasa tidak hanya bertujuan untuk menyimpan data kebahasaan, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," jelas Taufan dalam keterangan resminya pada Kamis (16/7/2026).

Peran Mahasiswa dalam Penelitian dan Pelestarian

Ia juga menjelaskan bahwa mahasiswa dapat berkontribusi dengan melakukan penelitian bersama dosen atau lembaga riset, mengangkat isu pelestarian bahasa daerah sebagai topik skripsi dan artikel ilmiah, serta melanjutkan studi di bidang linguistik dan kebahasaan. Dengan cara ini, mahasiswa dapat berperan aktif dalam melestarikan bahasa daerah yang terancam punah.

Artikel Terkait