Update
Paduan Suara Telkom University Raih Grand Prize di Italia, Siap Berkompetisi di European Grand Prix for Choral Singing 2027 Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi Paduan Suara Telkom University Raih Grand Prize di Italia, Siap Berkompetisi di European Grand Prix for Choral Singing 2027 Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi
News

Perayaan Hardiknas dan Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei untuk menghormati kontribusi Ki Hadjar Dewantara dalam memajukan pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

Dewa Raka 02 May 2026 42 pembaca liputan6.com liputan6.com
Jejak Ki Hadjar Dewantara di Museum Dewantara Griya Kirti (Liputan6.com / Switzy Sabandar)
Jejak Ki Hadjar Dewantara di Museum Dewantara Griya Kirti (Liputan6.com / Switzy Sabandar)

Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk penghormatan terhadap Ki Hadjar Dewantara, yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Peringatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan dan gagasan beliau dalam meningkatkan pendidikan bagi masyarakat pribumi.


Ki Hadjar Dewantara, yang memiliki nama asli RM Soewardi Soerjaningrat, lahir pada tahun 1889 di Yogyakarta. Sebagai seorang bangsawan Jawa, beliau menempuh pendidikan di ELS (Europeesche Lagere School) dan STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen), meskipun tidak menyelesaikan pendidikan di STOVIA karena masalah kesehatan. Selain sebagai pendidik, Ki Hadjar juga aktif dalam dunia jurnalistik, menulis untuk berbagai surat kabar dan majalah yang mengkritik penjajahan. Melalui tulisan-tulisannya, ia menyampaikan pesan sosial dan politik dengan gaya yang komunikatif dan tajam.


Dengan semangat untuk mendidik masyarakat bumiputra, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922. Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan rakyat, serta berjuang untuk kesetaraan sosial-politik dalam konteks kolonial. Gagasan beliau tentang nasionalisme kultural dan politik menjadi landasan dalam perjuangannya untuk menghapuskan Undang-undang Sekolah Liar yang membatasi pendidikan nasional. Berkat keteguhannya, undang-undang tersebut akhirnya dicabut oleh pemerintah kolonial.


Perjuangan Ki Hadjar di bidang pendidikan dan politik diakui oleh pemerintah Indonesia, yang mengangkatnya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1950 dan menetapkannya sebagai pahlawan nasional pada tahun 1959. Meskipun Ki Hadjar Dewantara telah wafat pada 26 April 1959, perjuangannya untuk pendidikan di Indonesia terus dikenang. Pemilihan tanggal 2 Mei sebagai Hardiknas bertepatan dengan hari kelahirannya dan ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.


Presiden pertama Indonesia, Soekarno, menekankan pentingnya peringatan ini sebagai hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, meskipun tidak ditetapkan sebagai hari libur. Upacara peringatan diadakan di berbagai instansi, sekolah, dan tempat lainnya sebagai penghormatan terhadap Ki Hadjar Dewantara dan kontribusinya dalam dunia pendidikan.


Artikel Terkait