Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan pernyataan mengenai perlindungan investasi asing yang mendapat respons positif dari Kamar Dagang China di Indonesia (CCCI). Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran beberapa proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada tanggal 8 Oktober lalu. Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menghormati dan mengamankan seluruh investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Saya di sini tegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di Bumi Indonesia,” ujar Prabowo saat itu.
Pentingnya Kerja Sama Ekonomi
CCCI menilai bahwa pernyataan Prabowo memberikan sinyal positif bagi penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan China. Dalam pernyataannya, CCCI menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia menyambut baik pernyataan tersebut. Mereka percaya bahwa pernyataan itu menyampaikan pesan positif untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
“Hal ini juga mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam terus mengoptimalkan iklim usaha, sekaligus meningkatkan kepercayaan dan keyakinan perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk terus mengembangkan usaha di Indonesia,” tambah CCCI.
Komitmen Perusahaan China
Lebih lanjut, CCCI menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan China berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia, dengan tujuan mewujudkan kesejahteraan bersama serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan yang saling menguntungkan. Di bawah arahan strategis kedua kepala negara, Kemitraan Strategis Komprehensif antara China dan Indonesia telah memasuki tahap baru, dengan pertukaran kunjungan tingkat tinggi yang semakin intensif, serta kerja sama pragmatis yang telah memberikan hasil signifikan.
“Ke depan, CCCI akan terus menjalankan perannya secara optimal sebagai jembatan penghubung antara pemerintah kedua negara dan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia,” tutup pernyataan resmi CCCI.