Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Pertamina Tingkatkan Kapasitas Distribusi BBM di Bali, Stok Dipastikan Aman Selama 15 Hari

PT Pertamina (Persero) melakukan langkah strategis untuk meningkatkan pasokan bahan bakar minyak di Bali dengan menambah armada pengangkut dan memperkuat infrastruktur distribusi. Menteri ESDM mengung...

Aruna Sasmita 19 October 2026 63 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Foto: Arsip Pertamina
Foto: Arsip Pertamina

PT Pertamina (Persero) mengambil langkah untuk memperkuat pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali guna mempercepat pemulihan layanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Inisiatif ini meliputi penambahan jumlah armada pengangkut, optimalisasi infrastruktur distribusi, serta koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pasokan BBM di Bali telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pernyataan ini disampaikan saat ia melakukan kunjungan ke Fuel Terminal Sanggaran bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri pada hari Senin, 19 Oktober.

Peningkatan Stok BBM di Bali

Bahlil menyatakan bahwa stok BBM di Bali telah meningkat dari 11 hari menjadi 15 hari. Peningkatan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. "Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai. Jadi stok kita di Bali aman 15 hari," ujar Bahlil.

Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina menambah jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali, dari tiga kapal menjadi tujuh kapal. Perusahaan juga mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran untuk memperkuat penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM ke berbagai wilayah di Pulau Dewata.

Komitmen Pertamina dalam Menjaga Distribusi Energi

Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina, menegaskan bahwa kelancaran pasokan dan distribusi energi menjadi prioritas utama perusahaan, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya," kata Simon.

Dia juga menambahkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan bahwa semua wilayah dapat terlayani dengan baik. Simon menjelaskan bahwa perusahaan terus mengevaluasi dan memperkuat seluruh rantai pasok BBM, mulai dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, hingga penyaluran kepada masyarakat. Upaya ini melibatkan koordinasi antarentitas Pertamina Group untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pertamina dan kerjasama berbagai pihak dalam memulihkan distribusi BBM. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat sangat membantu dalam memperlancar pelayanan di SPBU. "Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi," ujar Koster.

Koster juga menjelaskan bahwa sejumlah kebijakan pengaturan aktivitas masyarakat turut mendukung kelancaran pelayanan BBM, termasuk penerapan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap. Aturan ganjil-genap untuk pengisian BBM ini diperpanjang hingga 23 Oktober 2026, namun dapat dievaluasi lebih awal berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menambahkan bahwa perusahaan terus memperkuat pasokan, termasuk melalui kedatangan kargo Pertamax dan penjadwalan tambahan pengiriman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk SPBU, tetapi juga untuk Pertashop yang melayani kebutuhan BBM di berbagai lokasi.

Pertamina juga melakukan penguatan distribusi di sejumlah wilayah lain di Indonesia dengan menyesuaikan pola pengangkutan terhadap kondisi geografis dan tantangan logistik setempat. Di beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, pendangkalan sungai akibat cuaca mempengaruhi akses kapal pengangkut BBM berukuran besar, sehingga Pertamina menyesuaikan pola distribusi dengan mengoptimalkan jalur darat sebagai alternatif pengangkutan.

Bahlil menegaskan bahwa ketahanan stok BBM secara nasional masih terjaga, dengan cadangan Pertalite berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sedangkan cadangan jenis BBM lainnya tersedia untuk lebih dari 20 hari. "Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," ungkap Bahlil.

Simon juga menekankan bahwa penguatan distribusi di berbagai wilayah merupakan bagian dari upaya untuk memastikan ketersediaan dan akses energi bagi masyarakat, serta menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodam Udayana, Polda Bali, dan semua pihak yang mendukung pemulihan distribusi BBM, termasuk dalam pengaturan pelayanan SPBU dan penguraian antrean.

Pertamina juga meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemulihan layanan. "Terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh masyarakat Bali. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik," ujar Simon.

Perusahaan berkomitmen untuk terus memantau kebutuhan energi di berbagai daerah, mengoptimalkan infrastruktur dan armada distribusi, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Artikel Terkait