Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, mengungkapkan pandangannya mengenai perubahan sikap Rocky Gerung yang dianggap berbeda setelah Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia. Dede mencatat bahwa Rocky selama ini dikenal tajam dalam mengkritik Presiden ke-7, Joko Widodo, dan keluarganya. Namun, sikap tersebut tampak tidak ada ketika pemerintahan beralih di bawah kepemimpinan Prabowo.
Analisis Perubahan Sikap Rocky
Dede berpendapat bahwa perubahan sikap Rocky tidak menunjukkan bahwa pengamat politik tersebut benar-benar berubah. Ia menilai Rocky masih memiliki pola kritik yang sama, hanya saja objek kritiknya kini berbeda. “Menurut saya Rocky Gerung tidak berubah, tajam kepada Jokowi dan keluarganya, tetapi mendadak tumpul kepada Prabowo," jelas Dede.
Lebih lanjut, Dede mengaitkan pandangan tersebut dengan situasi politik yang terjadi sejak pemilihan presiden 2019. Ia mengungkapkan bahwa nama Rocky Gerung pernah disebut-sebut sebagai calon menteri dalam bursa kabinet sejak Pilpres 2019. Dede pun mempertanyakan mengapa isu ini baru ramai diperbincangkan saat ini. “Sejak Pilpres 2019 pun namanya sempat disebut masuk bursa kabinet," tambahnya.
Pengalaman Dede Menghadapi Pola Ini
Dede menyatakan bahwa fenomena yang kini dipertanyakan publik bukanlah hal baru baginya. Ia mengklaim telah menghadapi pola sikap Rocky selama sekitar sepuluh tahun. “Ada yang baru sadar sekarang? Kami sudah 10 tahun menghadapinya," ucapnya.
Dalam penilaian lebih lanjut, Dede menegaskan bahwa Rocky bukanlah sosok yang secara konsisten mengkritik semua kekuasaan. Ia berpendapat bahwa Rocky lebih memiliki sikap spesifik terhadap Jokowi dan keluarganya. “Dia bukan pengkritik kekuasaan, cuma konsisten anti-Jokowi dan keluarganya," imbuhnya.
Dede juga memberikan dugaan mengenai alasan mengapa Rocky kini terlihat lebih lemah dalam mengkritik pemerintahan Prabowo. Selain menyebut loyalitas, ia juga menyinggung faktor usia Rocky yang semakin bertambah. “Jadi kalau hari ini terlihat melempem, ya wajar, memang loyalis. Mungkin juga sudah capek terus-terusan di luar kekuasaan, usia makin menua," tutupnya.