Update
Betrand Peto Berpotensi Jadi Tersangka Kasus TPKS? Praktisi Hukum Ungkap Alasannya Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus 13,23 Miliar Dolar AS Sepanjang 2026 Sejarah Baru Wushu Indonesia di YOG 2026: Asael Christo Bawa Pulang Medali Perak Betrand Peto Berpotensi Jadi Tersangka Kasus TPKS? Praktisi Hukum Ungkap Alasannya Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus 13,23 Miliar Dolar AS Sepanjang 2026 Sejarah Baru Wushu Indonesia di YOG 2026: Asael Christo Bawa Pulang Medali Perak
News

Pihak Kepolisian Sumbawa Tegaskan WNA China Hanya Sebagai Teknisi di Tambang Emas Lantung

Polres Sumbawa memastikan bahwa kegiatan pertambangan emas di Kecamatan Lantung dikelola sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, sementara WNA China berperan sebagai teknisi.

Gyan Kusuma 08 September 2026 69 pembaca jpnn.com jpnn.com
Polres Sumbawa Pastikan WNA China di Tambang Emas Lantung Hanya Berstatus Teknisi
Polres Sumbawa Pastikan WNA China di Tambang Emas Lantung Hanya Berstatus Teknisi

Polres Sumbawa menegaskan bahwa aktivitas pertambangan emas yang berlangsung di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sepenuhnya dikelola oleh warga negara Indonesia. Sementara itu, warga negara asing (WNA) asal China yang ada di lokasi tersebut hanya berfungsi sebagai teknisi.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Sumbawa, Iptu Zainal Arifin, menyatakan bahwa pengelolaan kegiatan pertambangan di area itu dilakukan oleh WNI. “WNA China yang berada di lokasi itu bukan pengelola, melainkan teknisi. Pengelolanya semua WNI,” ungkapnya saat dihubungi oleh ANTARA pada hari Senin.

Koordinasi dengan Instansi Terkait

Zainal menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan inventarisasi jumlah WNA yang berada di area pertambangan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan akan diminta pertanggungjawaban dan akan diperiksa lebih lanjut oleh kepolisian.

Insiden Longsor dan Tindakan Selanjutnya

Sebelumnya, terjadi insiden longsor di lokasi tambang emas pada Sabtu malam, 5 September, sekitar pukul 21.30 Wita, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Menurut keterangan saksi, saat kejadian, para korban sedang mengambil material di bawah tebing. Diduga aktivitas pertambangan di atas tebing menyebabkan batuan longsor yang menimpa para pekerja di bawahnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa, Hasanuddin, mengungkapkan bahwa keterlibatan WNA dalam aktivitas pertambangan tersebut masih dalam proses inventarisasi oleh pihak terkait. “Untuk keterlibatan WNA masih coba diinventarisasi oleh pihak terkait,” ujarnya.

Hasanuddin juga menyampaikan bahwa aktivitas pertambangan di lokasi tersebut telah dihentikan dan area kejadian telah dipasangi garis polisi. “Untuk saat ini sudah dihentikan dan dipasang police line,” tambahnya. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk pakaian korban, jeriken, alas kaki, topi, serta peralatan pertambangan seperti linggis dan palu.

Artikel Terkait