Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Polisi Periksa 31 Saksi untuk Menyelidiki Kecelakaan KRL di Bekasi

Polda Metro Jaya telah memeriksa 31 saksi terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada 27 April, yang mengakibatkan 16 orang tewas.

Rimba Amarta 03 May 2026 23 pembaca liputan6.com liputan6.com
Polisi Periksa 31 Saksi untuk Menyelidiki Kecelakaan KRL di Bekasi
Tim penyelamat bekerja di lokasi terjadinya tabrakan kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Selasa 28 April 2026 dini hari. (Yasuyoshi Chiba/AFP)

Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin, 27 April. Insiden tersebut menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya, dan saat ini kasus ini telah memasuki tahap penyidikan.


Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, penyidik telah mengambil keterangan dari 31 saksi, termasuk pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, serta petugas operasional PT KAI. "Sejauh ini, kami telah melakukan cek lokasi kejadian, pengumpulan barang bukti, serta pendalaman rekaman CCTV," jelasnya.


Kecelakaan ini terjadi ketika taksi Green SM mogok di perlintasan sebidang akibat masalah kelistrikan dan dihantam oleh KRL yang melintas. Setelah insiden pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur, namun kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, yang menyebabkan gerbong belakang ringsek dan menambah jumlah korban jiwa.


Penyidik berencana untuk melanjutkan penyidikan dengan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak terkait lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peristiwa tersebut.


Proses penyidikan terus berlanjut, dan pihak kepolisian berupaya untuk mengungkap semua fakta yang ada di balik kecelakaan tragis ini.

Artikel Terkait