JAKARTA - Hendri Satrio, seorang pengamat politik, menilai bahwa Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merupakan sosok penting dalam pemerintahan Prabowo Subianto yang mampu bekerja secara efektif tanpa terlalu banyak melakukan pencitraan. Menurutnya, Teddy sering muncul ketika pemerintah membutuhkan solusi atau penjelasan terkait berbagai masalah.
“Teddy itu pekerja. Dia benar-benar kerja, enggak banyak pencitraan kerjanya, yang kelihatan justru dia sibuk bekerja, menyelesaikan persoalan,” ungkap Hensa saat berbicara dengan wartawan pada Senin (7/9).
Teddy sebagai Simbol Pekerja di Kalangan Generasi Muda
Hensa, yang juga merupakan pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, menyatakan bahwa kesan Teddy sebagai sosok yang aktif bekerja juga terlihat dalam pembicaraan di kalangan generasi muda. Ia mengamati bahwa beberapa tokoh politik memiliki citra tertentu di mata generasi Z, seperti mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dikenal suka berlari, sementara eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan sering disebut sebagai pengangguran.
“Nah, Teddy itu justru disebut sibuk kerja. Menurut saya ini menarik, karena bahkan anak-anak gen z mengakui bahwa simbol orang yang sibuk bekerja di pemerintahan hari ini ialah Teddy,” jelas Hensa.
Rekomendasi untuk Perombakan Kabinet
Hensa menyarankan agar Prabowo mempertimbangkan untuk memilih lebih banyak menteri yang memiliki pola kerja seperti Teddy, yang benar-benar mengabdikan diri tanpa terfokus pada pencitraan. “Hari ini Prabowo perlu lebih banyak memilih menteri yang pola kerjanya seperti Teddy. Teddy itu pekerja. Dia benar-benar kerja, enggak banyak pencitraan kerjanya,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa jika generasi Z melihat Teddy sebagai simbol orang yang sibuk bekerja, hal ini menunjukkan adanya persepsi publik yang terbentuk dari pengamatan mereka. Hensa juga mencatat adanya kesenjangan kualitas antara Presiden dan beberapa menteri dalam kabinet saat ini, yang terlihat dari lemahnya komunikasi pemerintah dalam menghadapi berbagai masalah.
“Komunikasinya parah sekali, tidak seperti zaman Joko Widodo (Jokowi), dan menurut saya salah satu hal yang harus segera diperbaiki adalah gap kualitas antara Prabowo dengan tim di bawahnya, menteri-menterinya,” tambah Hensa.
Dia berpendapat bahwa perombakan kabinet merupakan langkah strategis yang perlu dipertimbangkan oleh Prabowo untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. “Ganti menterinya itu nomor satu di hukum, di ekonomi, atau di politik, itu harus diganti semua,” tegasnya.
Hensa juga menekankan bahwa Prabowo tidak perlu terlalu terikat pada kepentingan pembagian kursi jika hal tersebut menghambat efektivitas pemerintahan. Ia menyarankan agar Kepala Negara memilih individu yang memiliki loyalitas serta kemampuan untuk bekerja dan berkomunikasi dengan baik.
“Mendingan Pak Prabowo pilih menteri-menteri yang memang loyal sama dia, bisa kerja sama dia, dan menterinya juga bisa ngobrol sama dia. Jadi, kan, enak. Pemerintahan juga bisa lebih cepat bergerak,” tutupnya.