Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Prabowo Menggandeng Pemimpin Negara Islam dalam Silaturahmi Lebaran

Menjelang Idul Fitri, Prabowo Subianto mengadakan silaturahmi dengan pemimpin negara-negara Islam, termasuk Recep Tayyip Erdoğan, Shehbaz Sharif, dan Raja Abdullah II.

Dewa Raka 22 March 2026 18 pembaca liputan6.com liputan6.com
Prabowo Menggandeng Pemimpin Negara Islam dalam Silaturahmi Lebaran
liputan6.com

Menjelang perayaan Idul Fitri, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan aktif menjalin silaturahmi dengan sejumlah pemimpin negara Islam. Dalam rangka memperkuat hubungan diplomatik dan kerjasama di berbagai bidang, Prabowo melakukan panggilan telepon kepada beberapa tokoh penting, di antaranya Recep Tayyip Erdoğan dari Turki, Shehbaz Sharif dari Pakistan, dan Raja Abdullah II dari Yordania.

Kegiatan ini menjadi sangat penting bagi Prabowo, mengingat situasi global yang semakin kompleks, di mana kolaborasi antar negara menjadi kunci untuk menghadapi tantangan bersama. Menurut Prabowo, “Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Islam serta meningkatkan kerjasama di berbagai sektor.” Di samping itu, Prabowo menekankan pentingnya solidaritas antar negara Islam dalam menjawab isu-isu kontemporer yang dihadapi oleh umat Islam di seluruh dunia.

Dalam diskusinya dengan Erdoğan, Prabowo membahas berbagai topik yang strategis, termasuk potensi investasi dan kerjasama di bidang pertahanan. Erdoğan, sebagai salah satu pemimpin yang berpengaruh di dunia Islam, menyambut baik inisiatif Prabowo dan menyatakan, “Kami selalu siap untuk mendukung kerjasama yang saling menguntungkan dan memperkuat sinergi antara negara-negara Islam.”

Selanjutnya, dalam percakapan dengan Shehbaz Sharif, Prabowo membahas isu-isu regional, termasuk keamanan dan stabilitas di Asia Selatan. “Kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan adalah hal yang sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan,” ungkap Prabowo. Sharif menekankan bahwa Pakistan dan Indonesia memiliki potensi besar untuk bekerja sama dalam hal ini, mengingat kedekatan kedua negara dalam banyak isu strategis.

Sementara itu, Raja Abdullah II juga menjadi salah satu pemimpin yang dihubungi oleh Prabowo. Keduanya berbincang mengenai pentingnya memperkuat hubungan bilateral serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan global, seperti terorisme dan perubahan iklim. Dalam keterangannya, Raja Abdullah II menyatakan, “Kami sangat menghargai upaya Indonesia yang konsisten dalam mempromosikan perdamaian dan kerjasama antarbangsa.”

Kegiatan silaturahmi ini mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo untuk terus memperkuat jaringan diplomasi dengan negara-negara Islam di dunia. Prabowo berharap, melalui hubungan yang akrab ini, Indonesia dapat berkontribusi lebih dalam menciptakan stabilitas dan kedamaian di kawasan, serta dunia Islam secara keseluruhan.

Dalam waktu dekat, diharapkan akan ada tindak lanjut dari pertemuan ini, termasuk kemungkinan kunjungan balasan atau kerjasama yang lebih konkret di berbagai bidang. Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk terus menjalin komunikasi dengan pemimpin-pemimpin negara Islam lainnya demi kepentingan bersama.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait