Hubungan antara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi perhatian publik, terutama setelah Gibran berkomitmen untuk mendukung visi dan misi presiden. Dalam pembagian tugas pemerintahan, Gibran berfokus untuk memberikan dukungan penuh kepada Prabowo agar dapat menjalankan pemerintahannya dengan efektif. Keharmonisan hubungan ini juga diperkuat oleh pernyataan partai pengusung yang menolak berbagai spekulasi mengenai keretakan di antara mereka.
Soliditas pemerintahan Prabowo-Gibran tercermin dari dukungan kuat yang diberikan oleh partai politik, termasuk Partai Golkar. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen partainya untuk terus mendukung program-program pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran tanpa batasan waktu. Prabowo secara resmi memilih Gibran sebagai calon wakil presiden untuk Pilpres 2024 pada bulan Oktober 2023, keputusan yang diambil setelah adanya kesepakatan bersama para ketua umum partai dalam Koalisi Indonesia Maju.
Pertimbangan di Balik Pemilihan Gibran
Prabowo mempertimbangkan beberapa faktor dalam memilih Gibran sebagai pendampingnya. Pertama, ia ingin memberikan representasi kepada generasi muda. Prabowo percaya bahwa Gibran mencerminkan generasi milenial dan Gen Z, yang merupakan segmen pemilih yang signifikan dalam Pemilu 2024. Kedua, kehadiran Gibran sebagai anak sulung dari Presiden Joko Widodo dianggap sebagai simbol keberlanjutan program-program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintahan sebelumnya. Ketiga, Prabowo menegaskan bahwa pilihannya tidak didasari oleh paksaan atau tekanan dari pihak manapun.
Menanggapi Isu Dinasti Politik
Dalam pidatonya di acara deklarasi Gerakan Muslim Persatuan Indonesia Cinta Tanah Air (Gempita) di Bandung, Prabowo menegaskan bahwa keputusan untuk memilih Gibran adalah murni pilihannya sendiri. Ia menolak anggapan bahwa pencalonan Gibran merupakan praktik dinasti politik. "Saya katakan di sini ya, saya yang pilih, saya yang minta, saya yang memilih," tegas Prabowo. Ia juga berpendapat bahwa pengalaman tidak selalu menjadi jaminan untuk memimpin dengan baik.
Prabowo mengakui bahwa meskipun Gibran memiliki pengalaman yang minim, ia lebih memilih untuk mendukung generasi muda yang masih bisa dibina. "Mendingan kita pilih anak muda yang masih kita bina, kita gembleng, apalagi dibantu digemblengi orang tuanya sendiri," ujarnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang salah jika sebuah keluarga melahirkan generasi yang ingin mengabdi kepada negara. "Kita harus berterima kasih, kita harus bersyukur ada keluarga-keluarga yang memberi anak-anaknya untuk berjuang di republik ini," tambahnya. Prabowo juga mencatat bahwa pemilihan Gibran yang berusia 36 tahun sejalan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memungkinkan kepala daerah di bawah usia 40 tahun untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden.