Update
Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional
News

Prabowo: Pembelajaran Politik Idealnya Dari Nahdlatul Ulama

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya belajar politik dari Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki kader di berbagai partai politik. Hal ini disampaikan saat penutupan Munas-Konbes NU di Bangkala...

Gyan Kusuma 23 June 2026 27 pembaca liputan6.com liputan6.com
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri penutupan Munas-Konbes NU di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube @sekretariatpresiden)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri penutupan Munas-Konbes NU di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube @sekretariatpresiden)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa semua pihak perlu mengambil pelajaran dari Nahdlatul Ulama (NU) dalam berpolitik. Ia menyatakan bahwa kader NU tersebar di seluruh partai politik, sehingga NU tidak pernah mengalami kekalahan. "Semua partai NU hadir. Jadi NU enggak pernah kalah. Hebat, hebat. Kalau belajar politik sebetulnya harus belajar dari NU," ujar Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026).

Kader NU di Kabinet

Prabowo juga menyebutkan bahwa banyak kader NU yang menjabat sebagai menteri dalam kabinetnya. Di antaranya adalah Ketua Umum PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi yang menjabat sebagai Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf yang menjabat Menteri Sosial, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. "Ini Kabinet Merah Putih banyak sekali NU-nya ya," ungkapnya. Ia menambahkan, "NU memang hebat selalu berada di mana-mana."

Kedatangan Prabowo dan Sambutan

Sebelumnya, Prabowo menghadiri penutupan Munas-Konbes NU pada hari yang sama. Ia tiba di lokasi acara sekitar pukul 13.45 WIB, setelah meresmikan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di Sampang, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia mengenakan baju safari coklat muda dan peci hitam. Kehadirannya disambut oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, serta Sekjen PBNU yang juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf, bersama ratusan warga NU lainnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jawa Timur, serta sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya. Munas-Konbes NU 2026 dihadiri oleh lebih dari 1.000 undangan, termasuk para kiai sepuh, pengasuh pesantren, dan pengurus NU dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Artikel Terkait