Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Prabowo: Peran Kiai dan Ulama Sangat Dekat dengan Masyarakat

Prabowo Subianto menegaskan bahwa kiai dan ulama memiliki kedekatan yang erat dengan masyarakat, terutama di pedesaan, dan berperan penting dalam menjaga persatuan bangsa.

Rimba Amarta 23 June 2026 60 pembaca liputan6.com liputan6.com
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026). (Biro Pers Kepresidenan)
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026). (Biro Pers Kepresidenan)

Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyampaikan bahwa kiai dan ulama merupakan tokoh agama yang paling dekat dengan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Dalam pandangannya, para kiai dan ulama memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang dirasakan oleh masyarakat yang berada di lapisan ekonomi paling bawah.

"Nahdlatul Ulama, organisasi para Kiai, para ulama. Para Kiai dan para ulama adalah menurut saya tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan," ungkap Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026).

Pentingnya Pemahaman Bersama

Prabowo juga menekankan bahwa para kiai dan ulama memahami apa yang dialami oleh masyarakat. "Para Kiai dan para ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah," tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa tentara, polisi, dan aparat juga berasal dari rakyat, sehingga ulama, pemerintah, tentara, dan kepolisian memiliki pemahaman yang sama mengenai perasaan masyarakat. "Karena itu ada suatu perkembangan alamiah karena tentara pejuang, polisi dan aparat juga berasal dari rakyat. Karena itu ulama, pemerintahan, tentara, kepolisian sesungguhnya paham dan mengerti perasaan rakyat," jelas Prabowo.

NU sebagai Stabilizator Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya atas undangan untuk menghadiri penutupan Munas dan Konbes NU. Dia menekankan bahwa NU berperan sebagai stabilisator yang membuat Indonesia aman dan nyaman. "Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara, saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Prabowo meyakini bahwa NU akan terus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemimpin untuk kemajuan Indonesia. "Itu namanya ulama sama umaro bersatu untuk negara dan bangsa. Saudara-saudara sekalian, sesungguhnya kita mengerti apa yang dirasakan rakyat kita," tutup Prabowo.

Artikel Terkait