Update
Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak
News

--- Prabowo Resmi Ratifikasi ILO 188: Nelayan Kini Mendapat Perhatian Negara ---

--- Presiden Prabowo Subianto meratifikasi Konvensi ILO 188, menandai perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan di Indonesia. ---

Aruna Sasmita 01 May 2026 17 pembaca liputan6.com liputan6.com
---
Prabowo Resmi Ratifikasi ILO 188: Nelayan Kini Mendapat Perhatian Negara

---
Presiden Prabowo Subianto
---TITLEEXCERPT--- Presiden Prabowo Subianto meratifikasi Konvensi ILO 188, menandai perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan di Indonesia. ---CONTENT---

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188, yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan. Ini merupakan langkah bersejarah bagi lebih dari 20 juta nelayan di Indonesia, yang selama ini menggantungkan hidup mereka dari sektor perikanan.


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh di Monas, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa ratifikasi ini juga menandai resmi 1.386 kampung nelayan yang akan mendapatkan perhatian dari pemerintah. Prabowo menyatakan, "Pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, nelayan diurus." Ia berjanji akan membuka 1.500 kampung nelayan setiap tahunnya, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sekitar 6 juta nelayan beserta keluarga mereka.


Prabowo menjelaskan bahwa banyak nelayan yang selama ini mengalami kesulitan, seperti melaut tanpa fasilitas yang memadai. Untuk itu, pemerintah berencana membangun pabrik es di setiap kampung nelayan dan membantu penyediaan kapal untuk mereka. "Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka," tambahnya.


Selain itu, Prabowo juga mengumumkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) dan Kesejahteraan Buruh. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja. Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi buruh, terutama di tengah potensi tekanan ketenagakerjaan.


Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa kepentingan pekerja tetap menjadi prioritas, bahkan jika ada perusahaan yang mengalami kesulitan. "Kalau ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir, negara kita kuat," tegas Prabowo.


Ratifikasi ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia. Ke depannya, diharapkan implementasi kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan para nelayan dan keluarganya.

Artikel Terkait