Update
Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak
News

Prabowo Tegaskan Indonesia Sudah Mandiri Pangan, Tak Perlu Impor Lagi

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan tidak lagi memerlukan impor. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih di Goron...

Karim Abinaya 09 May 2026 16 pembaca liputan6.com liputan6.com
Prabowo Tegaskan Indonesia Sudah Mandiri Pangan, Tak Perlu Impor Lagi
Presiden Prabowo Subianto saat menyambangi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada pangan. Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa negara ini berada di jalur yang tepat untuk menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat, yang ditandai dengan ketahanan pangan yang tidak bergantung pada impor.

"Kita berada di jalan yang bener, rakyat kita harus sejahtera. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar," kata Prabowo saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Pernyataan Ditegaskan di KTT ASEAN

Prabowo menegaskan bahwa pernyataannya bukan sekadar klaim belaka. Ia baru saja menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina, di mana para pemimpin negara-negara ASEAN mengakui pencapaian Indonesia dalam swasembada pangan.

"Kita baru saja dari Filipina menghadiri KTT ke-48 ASEAN, kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar," serunya, disambut tepuk tangan dari masyarakat yang hadir.

Dukungan untuk Nelayan Melalui Program Khusus

Prabowo juga menyebutkan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu inisiatif yang mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya peran negara sebagai fasilitator untuk memberikan pelayanan kepada nelayan agar hasil tangkapan mereka dapat ditingkatkan.

"Adanya kampung nelayan merah putih yang sudah dirintis dibangun di Gorontalo ini saya lihat tadi sudah ada pembuat es, sudah ada gudang pendingin, berapa fasilitas ini memang niat kita untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia, kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik ya, penghasilannya harus tambah," dorong Prabowo.

Dengan Indonesia sebagai negara maritim, Prabowo percaya bahwa nelayan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa. Mereka adalah penghasil protein yang vital, tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri tetapi juga untuk pasar internasional.

"Dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein, karena itu pemerintah yang saya pimpin akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah the blue ocean economy, ini adalah sangat penting ini karunia yang maha kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi," tutup Prabowo.

Artikel Terkait