Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah prioritas utama bagi pemerintah saat ini. Dalam sebuah rapat mengenai penanganan karhutla, ia meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu dalam menyampaikan segala kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat proses pemadaman.
“Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini,” ujar Prabowo dalam rapat tersebut. Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan karhutla, termasuk para panglima, kepala kepolisian daerah, dan pemerintah daerah.
Kerja Sama Lintas Sektor Diperlukan
Prabowo menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara optimal dan memperkuat perlindungan hutan Indonesia secara berkelanjutan. Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak seharusnya hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai jauh sebelum kebakaran meluas.
Sebagai langkah pencegahan, Prabowo meminta peningkatan jumlah personel polisi hutan hingga mencapai 70.000 orang. Hal ini bertujuan untuk melindungi kawasan hutan dari berbagai risiko lingkungan, termasuk kebakaran. Ia mengungkapkan bahwa jumlah polisi hutan yang ada saat ini masih belum mencukupi untuk melindungi kawasan hutan secara efektif.
Pentingnya Strategi Pencegahan
“Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” kata Prabowo. Selain penguatan jumlah personel, ia juga menekankan pentingnya strategi pencegahan dan mitigasi yang harus dilakukan dengan presisi hingga tingkat desa. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya karhutla sebelum kebakaran meluas.
“Paling utama nanti adalah pencegahan, presisi, dan mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” tambahnya.