Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Prabowo Umumkan Peluncuran B50 pada Juli 2026, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa program biodiesel B50 akan diluncurkan pada Juli 2026, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

Lare Ayu 24 June 2026 63 pembaca liputan6.com liputan6.com
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah akan meluncurkan program biodiesel B50 yang berbahan dasar kelapa sawit pada bulan Juli 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.

Prabowo menegaskan bahwa penggunaan campuran 50 persen biodiesel dari kelapa sawit akan memungkinkan Indonesia untuk tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. "Bulan Juli ini berapa hari lagi kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri saudara-saudara sekalian," ujarnya saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan di Kabupaten Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026.

Menuju Swasembada Energi Nasional

Menurut Prabowo, pelaksanaan B50 merupakan salah satu langkah penting menuju swasembada energi di Indonesia. Ia optimis bahwa dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan energi dalam negeri tanpa harus bergantung pada impor bahan bakar minyak. "Dan kita akan menghemat banyak sekali. Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita saudara-saudara sekalian," tambahnya.

Persiapan dan Uji Coba Program B50

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa program B50 akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan B50 dilakukan setelah melalui serangkaian uji coba pada berbagai jenis kendaraan dan alat berat. "Jadi insyaallah kami sangat optimis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti di 2026, 1 Juli. Dengan demikian maka itu kita akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar khususnya C48," ungkap Bahlil.

Bahlil juga menjelaskan bahwa pengujian telah dilakukan pada kendaraan tambang, alat berat, ekskavator, kapal, kereta api, hingga alat-alat pertanian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa performa B50 cukup baik dan siap untuk diterapkan secara luas. "Hasilnya sangat menggembirakan. Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit," jelasnya.

Pemerintah meyakini bahwa program B50 tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga akan meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit di dalam negeri serta menghemat devisa negara yang selama ini digunakan untuk impor bahan bakar.

Artikel Terkait