Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan Diprediksi Sore Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di DKI Jakarta akan berawan tebal pada pagi hari dan hujan ringan pada sore hari ini, Selasa (12/5/2026).

Arya Yudhistira 12 May 2026 17 pembaca liputan6.com liputan6.com
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan Diprediksi Sore Ini
Fenomena tersebut mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BMKG memprediksi cuaca di DKI Jakarta pada hari Selasa, 12 Mei 2026, akan mengalami kondisi berawan tebal di pagi hari sebelum beralih menjadi hujan ringan pada sore harinya. Informasi ini disampaikan melalui situs resmi BMKG.

Menurut BMKG, wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu akan mengalami cuaca berawan tebal pada pagi hari. "Memasuki siang hari, sebagian wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan. Sedangkan pada sore hari wilayah Jakarta diprakirakan hujan ringan," jelas BMKG.

Suhu Udara Jakarta Hari Ini

BMKG juga memberikan rincian mengenai suhu udara di Jakarta. Pada pagi hari, suhu diperkirakan berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius. Sementara itu, pada siang hari, suhu akan meningkat menjadi 29 hingga 32 derajat Celsius, dan pada malam hari suhu akan berada di antara 26 hingga 29 derajat Celsius.

Kondisi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Belakangan ini, beberapa daerah di Indonesia mengalami cuaca panas ekstrem dan kelembapan yang tinggi. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh gerak semu tahunan matahari yang berada dekat ekuator. Kombinasi berbagai faktor seperti minimnya awan, peralihan musim, dan dampak pemanasan global turut memperburuk situasi ini.

Ardhasena menambahkan, "Sebagian besar wilayah Indonesia di bagian selatan seperti NTT, NTB, Bali, dan Jawa Timur saat ini sedang memasuki fase peralihan dari musim hujan ke kemarau, yang ditandai dengan cuaca dinamis, dengan beberapa hari terasa panas namun kadang terjadi hujan lebat."

Berdasarkan catatan BMKG, pada bulan April, beberapa daerah di Indonesia mencatat suhu tinggi yang mencapai di atas 35 derajat Celsius. Lima daerah dengan suhu tertinggi adalah Medan, Ciputat, Barito Selatan, dan Bengkulu.

Ardhasena juga menyatakan bahwa kondisi panas ini diperkirakan akan berlanjut hingga bulan Mei, terutama di wilayah selatan Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. "Mei wilayah-wilayah ini sudah memasuki musim kemarau sehingga curah hujan cenderung sedikit dan pemanasan matahari cenderung maksimal," tuturnya.

BMKG juga mencatat bahwa akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar Indonesia diprediksi berada pada kategori bawah normal, yang berarti lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2026.

Artikel Terkait