Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Pramono Anung Izinkan Partai Politik Beri Nama Halte dan Stasiun di Jakarta dengan Bayaran

Pramono Anung mengungkapkan bahwa partai politik diizinkan untuk memberi nama halte dan stasiun di Jakarta sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan asli daerah dengan skema kerja sama komersi...

Lare Ayu 12 April 2026 8 pembaca liputan6.com liputan6.com
Pramono Anung Izinkan Partai Politik Beri Nama Halte dan Stasiun di Jakarta dengan Bayaran
liputan6.com

Pada konferensi pers yang berlangsung baru-baru ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan partai politik untuk memberikan nama pada halte dan stasiun di Jakarta, dengan syarat pembayaran. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui kerja sama komersial.

Pramono menegaskan bahwa skema ini tidak hanya akan membantu meningkatkan dana daerah, tetapi juga mendukung transparansi dalam penggunaan nama fasilitas publik. "Ini adalah sebuah langkah strategis untuk memanfaatkan sumber daya yang ada demi kepentingan masyarakat dan memperkuat pendapatan daerah," ujarnya. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan akan muncul inovasi dan kreativitas dalam penamaan yang lebih relevan bagi masyarakat.

Kebijakan ini juga mengundang reaksi dari berbagai pihak. Beberapa anggota masyarakat menganggapnya sebagai kesempatan positif untuk melibatkan partai politik dalam pengambilan keputusan terkait infrastruktur umum. Sementara itu, para kritikus memperingatkan potensi penyalahgunaan kekuasaan jika penamaan dilakukan tanpa transparansi yang memadai. Seorang warga Jakarta, Siti, menyatakan, "Jika penamaan halte dan stasiun benar-benar mencerminkan identitas Jakarta, saya mendukungnya. Namun, harus ada batasan agar tidak terkesan komersial semata."

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan tata cara yang harus diikuti oleh partai politik yang ingin berpartisipasi. Mereka diharuskan mengajukan proposal penamaan yang mencakup alasan di balik pemilihan nama dan aspek relevansinya dengan masyarakat sekitar. Selanjutnya, nama yang diusulkan akan ditinjau oleh pihak berwenang sebelum disetujui. Hal ini diharapkan dapat mencegah praktik yang tidak etis dan menjaga integritas fasilitas publik.

Menurut data, Jakarta memiliki ribuan halte dan stasiun yang dapat diberi nama dengan skema ini. Dengan demikian, potensi pendapatan yang dapat diperoleh dari skema ini cukup signifikan. "Kami optimis bahwa langkah ini dapat menjadikan Jakarta tidak hanya lebih modern dari segi infrastruktur, tetapi juga lebih terjangkau dari segi pendanaan," tambah Pramono.

Seiring dengan kebijakan ini, pemerintah daerah juga berencana untuk melakukan evaluasi berkala mengenai dampak dari penamaan yang diberikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa inisiatif ini benar-benar memberikan manfaat yang diharapkan bagi masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan.

Dengan adanya kebijakan ini, Jakarta berpotensi untuk mengalami pergeseran dalam cara fasilitas publik dikelola dan dipromosikan. Ke depan, masyarakat dan partai politik diharapkan dapat bekerja sama demi menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. Pengawasan yang ketat akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa kebijakan ini berjalan sesuai dengan rencana dan tidak menyimpang dari tujuan awalnya.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait