Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Pramono Anung Serukan Perluasan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta

Pramono Anung mendesak agar operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan secara menyeluruh di Jakarta untuk melindungi ekosistem dan mencegah kerusakan tanggul.

Aruna Sasmita 12 April 2026 12 pembaca liputan6.com liputan6.com
Pramono Anung Serukan Perluasan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta
liputan6.com

Pramono Anung, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, mengusulkan agar operasi penangkapan ikan sapu-sapu diperluas ke seluruh wilayah Jakarta. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap masalah serius yang ditimbulkan oleh populasi ikan sapu-sapu yang terus meningkat. Hal ini dianggap dapat merusak tanggul dan mengganggu keseimbangan ekosistem di daerah tersebut.

Dalam konteks ini, Pramono Anung menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu, yang dikenal dengan nama ilmiah Hypostomus plecostomus, memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi dan dapat tumbuh dengan cepat. “Kehadiran ikan sapu-sapu ini berpotensi merusak struktur lingkungan, terutama tanggul yang berfungsi untuk mencegah banjir,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa upaya penangkapan ikan ini tidak hanya penting untuk menjaga infrastruktur, tetapi juga untuk melindungi keanekaragaman hayati yang terdapat di perairan Jakarta.

Melihat fenomena ini, Pramono Anung menekankan perlunya kerjasama antara instansi pemerintah dan masyarakat. “Kami mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam operasi penangkapan ini. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga lingkungan,” ungkapnya. Selain itu, ia juga berharap ada pengetahuan yang lebih baik mengenai dampak negatif dari ikan sapu-sapu, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ekosistem.

Operasi penangkapan yang sebelumnya hanya dilakukan di beberapa titik tertentu kini diharapkan dapat mencakup area yang lebih luas. Tindakan ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan serta komunitas lingkungan hidup. Pramono Anung berharap bahwa dengan meningkatkan frekuensi dan jangkauan operasi tersebut, dapat mengurangi jumlah ikan sapu-sapu yang merusak lingkungan.

Namun, upaya ini tidak tanpa tantangan. Beberapa pemangku kepentingan di lapangan telah mengkhawatirkan dampak penangkapan ikan sapu-sapu terhadap mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sumber daya perairan. Pramono Anung menanggapi hal ini dengan menyatakan perlunya pendekatan yang seimbang antara keberlanjutan ekosistem dan kebutuhan ekonomi masyarakat. “Kami akan memastikan bahwa kebijakan yang diambil akan mempertimbangkan semua aspek, termasuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Pramono Anung berjanji akan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan operasi ini untuk memastikan efektivitasnya dalam mengatasi masalah populasi ikan sapu-sapu. Dengan harapan, tindakan ini dapat menjaga keseimbangan ekosistem serta keamanan infrastruktur di Jakarta, serta memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait