Update
Politik

Prediksi Kekuatan Prabowo-Gibran di Pilpres 2029, Hasyim Muhammad Sebut Anies dan Ahok Sebagai Pesaing

Hasyim Muhammad, seorang akademisi, memberikan analisis mengenai calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilihan Presiden 2029, menilai pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tetap men...

Karim Abinaya 03 September 2026 75 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Anies Baswedan dan Basuki Tjahya Purnama (Ahok)
Anies Baswedan dan Basuki Tjahya Purnama (Ahok)

Hasyim Muhammad, seorang guru besar dalam bidang pemikiran Islam, memberikan pandangannya mengenai calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Dalam sebuah cuitan di akun media sosial X miliknya, Hasyim menyampaikan prediksi menarik terkait kontestasi politik mendatang.

Menurut Hasyim, tidak ada perubahan signifikan yang terlihat, di mana pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih akan berlanjut bersama. Ia menegaskan bahwa pasangan ini akan tetap menjadi kandidat yang kuat dalam pemilu yang akan datang. Bahkan, ia menyebut bahwa Prabowo dan Gibran merupakan pasangan yang hingga kini sulit untuk dikalahkan. “Nggak beda sama prediksi saya. Bahkan kalau saya sih yakin Prabowo-Gibran bakal tetap maju bareng 2029 dan akan sulit terkalahkan,” tulis Hasyim dalam cuitannya.

Pesaing Potensial di Pilpres 2029

Meski begitu, Hasyim juga mengidentifikasi beberapa tokoh yang berpotensi menjadi pesaing bagi Prabowo dan Gibran. Ia menyebut Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat yang bisa menjadi lawan, terutama jika ia mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan. Menurut Hasyim, jika Anies berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai perwakilan dari PDIP, maka ini akan menjadi ancaman yang lebih besar bagi pasangan Prabowo-Gibran. “Hanya satu yang mungkin bisa mengalahkan mereka. Atau setidaknya mengimbangi: persatuan Anies dan PDIP,” paparnya.

Strategi dan Ego Politik

Hasyim menambahkan bahwa kekuatan pasangan Anies dan PDIP akan semakin meningkat jika Ahok terlibat. Ia berkomentar, “Dan akan lebih kuat kalau Ahok yang mewakili PDIP.” Ia juga menyinggung tentang ego politik yang dapat menghambat persatuan di kalangan pesaing. “Ngeyel bisa ngalahin Prabowo tapi nggak mau bersatu. Rasain aja ego kalian sendiri…,” ungkapnya, menyoroti tantangan yang dihadapi oleh calon-calon yang ingin bersaing dengan pasangan Prabowo-Gibran.

Artikel Terkait