Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Prediksi Puncak Arus Balik Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk pada Akhir Maret 2026

ASDP menginformasikan bahwa puncak arus balik pada penyeberangan Ketapang-Gilimanuk diperkirakan berlangsung antara 26 hingga 29 Maret 2026, sehingga diharapkan masyarakat merencanakan perjalanan deng...

Rimba Amarta 24 March 2026 22 pembaca news.espos.id news.espos.id
Prediksi Puncak Arus Balik Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk pada Akhir Maret 2026
news.espos.id

PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi bahwa puncak arus balik penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan terjadi pada periode 26 hingga 29 Maret 2026. Dalam rangka menjamin kelancaran perjalanan selama masa arus balik Lebaran, pihak ASDP mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan mereka secara bijak dan melakukan pemesanan tiket melalui platform Ferizy.

Keterangan terkait puncak arus balik ini disampaikan oleh perwakilan ASDP, yang menekankan pentingnya persiapan yang matang untuk menghindari kemacetan dan penumpukan penumpang di pelabuhan. "Kami harap masyarakat dapat merencanakan perjalanannya dengan baik, terutama pada tanggal 26 hingga 29 Maret, saat diperkirakan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan," ungkap juru bicara ASDP.

Menurut data yang diperoleh dari ASDP, arus balik biasanya menghadapi peningkatan yang tajam pasca Libur Lebaran, dan tahun ini diperkirakan tidak akan berbeda. "Situasi ini disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat yang ingin kembali ke tempat tinggal mereka setelah merayakan Lebaran bersama keluarga," tambahnya.

Kompetisi dalam penyeberangan ini menjadi lebih ketat, sehingga penting bagi calon penumpang untuk memperhatikan ketersediaan tiket. Masyarakat dianjurkan untuk membeli tiket jauh-jauh hari agar tidak kehabisan. "Pemesanan melalui Ferizy memberi keuntungan karena bisa dilakukan dengan mudah dan praktis dari mana saja," jelasnya.

ASDP juga menyediakan berbagai informasi terkait jadwal dan ketersediaan tiket di platform digital mereka, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses data yang diperlukan. "Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan, terutama menjelang periode puncak seperti ini," kata perwakilan ASDP.

Dalam evaluasi tahun-tahun sebelumnya, sering kali terjadi antrean panjang di pelabuhan saat puncak arus balik. Oleh karena itu, pihak ASDP menghimbau kepada masyarakat agar tidak menunggu hingga menit terakhir untuk melakukan perencanaan perjalanan. "Dengan perencanaan yang baik, diharapkan pengalaman menyeberang akan menjadi lebih nyaman dan terselenggara dengan lancar," tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya kesadaran akan protokol keselamatan selama perjalanan, terutama di masa pemulihan pasca pandemi. "Kami akan terus berkoordinasi dengan ASDP untuk memastikan semua penumpang mendapatkan pelayanan terbaik dan aman selama arus balik ini," ungkap pejabat setempat.

Dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang, diharapkan masyarakat dapat menjalani arus balik Lebaran dengan lebih lancar. Perkembangan lebih lanjut terkait jadwal dan kebijakan penyeberangan akan terus diperbarui oleh ASDP menanggapi situasi di lapangan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait