Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Program Bijak Jajan Cinta Bumi 2026 Targetkan 23 Ribu Siswa di Jabar

PT Garudafood memperluas program edukasi Bijak Jajan Cinta Bumi 2026 ke beberapa daerah di Jawa Barat, menargetkan 30 sekolah dan 23 ribu siswa. Peluncuran program berlangsung di Kabupaten Sumedang de...

Aruna Sasmita 25 September 2026 71 pembaca jpnn.com jpnn.com
23 Ribu Siswa di Jabar Jadi Sasaran Program Bijak Jajan Cinta Bumi 2026
23 Ribu Siswa di Jabar Jadi Sasaran Program Bijak Jajan Cinta Bumi 2026

KABUPATEN BANDUNG - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk telah meluncurkan program edukasi Bijak Jajan Cinta Bumi 2026 yang kini menjangkau Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung di Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk menyasar 30 sekolah dengan total sekitar 23 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Peluncuran program dilakukan di SD Negeri Tegalkalong, Kabupaten Sumedang, pada hari Kamis (25/9), dihadiri oleh sekitar 670 siswa. Dian Astriana, selaku Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Eksternal Garudafood, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membangun kebiasaan memilih jajanan dengan bijak serta meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan di kalangan siswa sejak usia dini. "Bijak Jajan Cinta Bumi merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan diri generasi muda dan kelestarian lingkungan. Kami percaya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini di bangku sekolah akan tumbuh menjadi budaya yang mengakar kuat di masa depan," ungkap Dian.

Materi Edukasi dan Pendukung

Program Bijak Jajan Cinta Bumi 2026 mencakup tiga materi utama, yaitu pemilihan jajanan yang aman dan bergizi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengelolaan sampah kemasan yang bertanggung jawab. Materi ini disampaikan kepada siswa melalui berbagai metode interaktif seperti permainan, diskusi, dan simulasi agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Garudafood juga menyediakan Dropbox Sampah Kemasan (DSK) di sekolah-sekolah untuk menampung sampah kertas dan plastik.

Menurut perusahaan, sampah yang terkumpul dari DSK akan diangkut dan diolah bersama mitra pengelola limbah hingga tahap akhir. DSK yang dipasang di sekolah dibuat dari material multilayer plastic (MLP) hasil daur ulang, dengan setiap unit memerlukan sekitar 42 kilogram sampah MLP. Dengan rencana penyaluran 30 unit DSK, total material daur ulang yang digunakan diperkirakan mencapai lebih dari 1,2 ton.

Harapan dan Kegiatan Pendukung

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menekankan pentingnya edukasi tentang jajanan sehat dan pengelolaan sampah bagi siswa. "Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha seperti ini dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Sumedang," katanya.

Kepala SDN Tegalkalong, Siti Masitoh, menambahkan bahwa pendekatan edukasi yang diterapkan diharapkan dapat membantu siswa untuk mengadopsi kebiasaan jajan yang sehat dan peduli lingkungan, termasuk di rumah. Program ini juga dilengkapi dengan Lomba Poster Mini dan Kompetisi Kreasi Daur Ulang untuk siswa SD, di mana peserta yang aktif berkesempatan mendapatkan hadiah berupa produk Garudafood dan saldo dompet digital.

Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di sekolah-sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK di wilayah Surakarta, Jawa Tengah, yang menjangkau lebih dari 20.000 penerima manfaat. Pada tahun 2026, cakupan program ini diperluas ke wilayah Bandung dan Sumedang.

Artikel Terkait