Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara, Negara Hemat Rp 3 Triliun

Badan Gizi Nasional menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis selama libur sekolah untuk efisiensi anggaran, menghasilkan penghematan signifikan bagi negara.

Lare Ayu 18 June 2026 65 pembaca liputan6.com liputan6.com
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari. (Liputan6.com/Winda Nelfira)
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah untuk menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 yang ditandatangani oleh Kepala BGN, Nanik S Deyang, pada 17 Juni 2026.

Tujuan Penghentian Program

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa penghentian distribusi MBG selama libur sekolah merupakan bagian dari upaya untuk menata ulang tata kelola program dan efisiensi anggaran negara. "Jadi memang surat edaran ini dikeluarkan dalam rangka optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standarisasi program MBG pada SPPG," ungkap Agustina dalam konferensi pers di Kantor BGN pada 18 Juni 2026.

Estimasi Penghematan Anggaran

Kebijakan ini diperkirakan akan memberikan penghematan anggaran yang signifikan. BGN mencatat bahwa terdapat 27.820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Dengan asumsi insentif sebesar Rp 6 juta per hari selama 18 hari masa libur, efisiensi yang dapat dicapai diproyeksikan lebih dari Rp 3 triliun. "Kalau kita melihat angka jumlah SPPG yang telah beroperasi 27.820 dikalikan dengan insentif per hari itu selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar Rp 3.004.560.000," jelasnya.

Dalam SE terbaru, dinyatakan bahwa semua SPPG yang tidak beroperasi selama periode penghentian distribusi MBG tidak akan menerima insentif harian. "Di dalam SE ini menegaskan bahwa dengan tidak didistribusikannya MBG maka seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan mendapat insentif. Nah, itu yang garis bawah yang penting," tambah Agustina.

Kebijakan ini akan berlaku bersamaan dengan masa libur sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, yaitu mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. "Nah, untuk kali ini kebijakan yang kami ambil adalah kami benar-benar tidak mendistribusikan MBG dengan maksud tadi untuk standarisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya," jelasnya. "Kami BGN ingin melakukan tata kelola kembali, penataan kembali sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini," tutupnya.

Artikel Terkait