Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Proyeksi Positif IHSG Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (22/10), meskipun ada potensi koreksi yang harus diwaspadai.

Eko Prasetyo 22 October 2026 59 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Analis memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan usai capai target minimal, meski risiko koreksi tetap membayangi pergerakan indeks. (FOTO:CNNIndonesia/Adi ibrahim).
Analis memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan usai capai target minimal, meski risiko koreksi tetap membayangi pergerakan indeks. (FOTO:CNNIndonesia/Adi ibrahim).

IHSG diprediksi akan menguat dalam perdagangan hari ini, Kamis (22/10). Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan setelah mencapai target minimal sebelumnya, meskipun risiko koreksi masih menghantui pergerakan indeks.

Peluang Penguatan IHSG

Herditya menjelaskan, "Pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v], IHSG berpeluang menguat ke 5.407-5.458, dengan area koreksi yang perlu diwaspadai di 5.117-5.166." Ia juga memproyeksikan bahwa IHSG akan bergerak dalam rentang support 4.915, 4.754 dan resistance 5.404, 5.563 pada hari ini. Selain itu, ia merekomendasikan beberapa saham, seperti AMRT, ADMR, BUMI, dan RAJA.

Analisis dari Binaartha Sekuritas

Sementara itu, Ivan Rosanova, analis dari Binaartha Sekuritas, memprediksi bahwa IHSG mulai mengalami koreksi setelah mencapai level resistensi 5.328. Arah pergerakan selanjutnya akan bergantung pada kemampuan indeks untuk bertahan di atas level support 4.972. "Selama IHSG bertahan di atas 4.972, koreksi diperkirakan terbatas dan tren naik minor berpeluang berlanjut. Namun, jika menembus level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan tren turun menuju 4.784," ungkap Ivan.

Dia juga memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 4.972, 4.767, dan 4.629, serta resistance 5.328, 5.458, dan 5.588 pada hari ini. Ivan merekomendasikan saham-saham seperti INKP, KLBF, MEDC, dan UNVR.

Pada perdagangan Rabu (21/10) sore, IHSG ditutup di level 5.328, dengan penguatan sebesar 49,47 poin atau 0,94 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Menurut data dari RTI Infokom, total transaksi yang dilakukan investor mencapai Rp17,88 triliun dengan volume perdagangan sekitar 35,02 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,83 juta kali. Pada penutupan kemarin, terdapat 369 saham yang menguat, 308 saham terkoreksi, dan 116 saham stagnan.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi investasi terhadap saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Artikel Terkait