Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Politik

PSI Menolak Isu Keretakan Hubungan Prabowo dan Jokowi: Dukungan Loyalis Tetap Kuat

Isu mengenai keretakan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Jokowi terus menjadi perdebatan. PSI menegaskan bahwa dukungan dari loyalis Jokowi dan Gibran kepada pemerintahan Prabowo tetap sol...

Kalula Putri 01 September 2026 62 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Keakraban Prabowo dan Keluarga Jokowi di HUT RI
Keakraban Prabowo dan Keluarga Jokowi di HUT RI

Isu tentang dugaan keretakan dalam hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan keluarga Presiden ke-7 RI, Jokowi, masih hangat diperbincangkan di publik. Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, menolak anggapan bahwa hubungan ini mengalami masalah yang dapat memengaruhi dukungan terhadap pemerintahan Prabowo.

Dian menjelaskan bahwa beberapa lembaga survei telah melakukan analisis terhadap berbagai faktor yang berkontribusi pada fluktuasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Namun, ia menekankan bahwa isu mengenai hubungan Prabowo dengan Jokowi maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak teridentifikasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan publik.

Tidak Ada Temuan dari Lembaga Survei

Dian mengungkapkan bahwa dinamika kepuasan publik terhadap pemerintah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menjadi perhatian lembaga survei. "Beberapa lembaga survei memuat sebab-sebab naik turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan hari ini," ujarnya. Ia juga menyinggung isu yang belakangan ini ramai dibicarakan mengenai dugaan keretakan hubungan antara Prabowo dan keluarga Jokowi, dan menegaskan bahwa isu tersebut tidak disebutkan sebagai penyebab perubahan tingkat kepuasan masyarakat.

"Namun semua lembaga survei tidak menemukan bahwa itu disebabkan oleh isu retaknya hubungan antara Presiden dengan Pak J atau Mas Gibran," tambahnya.

Dukungan Loyalis Jokowi dan Gibran Terus Berlanjut

Dian menekankan bahwa tidak adanya temuan mengenai isu tersebut dalam faktor yang memengaruhi kepuasan publik menunjukkan bahwa dukungan dari kelompok loyalis Jokowi dan Gibran terhadap pemerintahan Prabowo masih terjaga. Ia menyatakan bahwa loyalis kedua tokoh tersebut tetap berada di dalam barisan pemerintahan. "Ini membuktikan bahwa loyalis Pak J dan Mas Gibran masih setia bersama Pak Prabowo," tegas Dian.

Sebelumnya, Bestari Barus juga menyampaikan bahwa arahan yang diterima PSI hingga saat ini masih jelas, yaitu untuk mendukung dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran, bahkan untuk dua periode. "Ya, tadi kan sudah saya sampaikan bahwa itu tidak mewakili sama sekali dari apa yang menjadi keinginan Pak Jokowi ke depan," ujarnya.

Bestari menambahkan bahwa pernyataan yang berbeda dengan arahan tidak sejalan dengan pesan yang selama ini disampaikan Jokowi kepada kader PSI. Ia berpendapat bahwa pernyataan yang berkembang dan memicu spekulasi politik tersebut mungkin muncul akibat kesalahan dalam menyampaikan pandangan. "Jadi bila mana ada hal yang seperti itu berseberangan dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi kepada kami, kami menganggap bahwa itu ya bisa saja itu kesalahan omong atau ngomong tidak pada tempatnya gitu," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ucapan yang tidak disampaikan dengan tepat dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat. "Sehingga itu menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, di mana Pak Jokowi perintahkan kita untuk kawal Prabowo Gibran dua periode," sebutnya.

Bestari juga menyoroti adanya potongan pernyataan yang tersebar di masyarakat. Ia berpendapat bahwa penyebaran potongan ucapan tersebut tidak sesuai dengan arahan yang diterima PSI dari Jokowi. "Tapi ada yang nyeletuk-nyeletuk dengan sengaja kemudian menyebarluaskan potongan omongan itu kepada publik, yang berbeda dengan apa yang diinginkan dan diarahkan Pak Jokowi kepada kami," katanya.

Bestari menekankan bahwa pernyataan tersebut tidak perlu dikaitkan dengan sikap Jokowi. "Jadi kami anggap itu sebagai omongan liar," tegasnya.

Artikel Terkait