Update
Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak
Politik

Puan Maharani Desak Pemerintah Tingkatkan Transparansi dan Kecepatan Informasi Terkait Hantavirus

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan pentingnya transparansi dan kecepatan dalam penyampaian informasi oleh pemerintah terkait kemunculan hantavirus di Indonesia untuk mencegah kepanikan masyarakat...

Gyan Kusuma 11 May 2026 23 pembaca sorotpolitik.kompas.com sorotpolitik.kompas.com
Puan Maharani Desak Pemerintah Tingkatkan Transparansi dan Kecepatan Informasi Terkait Hantavirus
sorotpolitik.kompas.com

Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah untuk lebih mengutamakan transparansi dan kecepatan dalam memberikan informasi terkait munculnya hantavirus di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi sangat penting untuk mencegah kepanikan di masyarakat serta membangun kepercayaan publik terhadap penanganan yang dilakukan oleh pemerintah.

"Pemerintah harus hadir lebih cepat dalam memberikan kepastian informasi dan perlindungan masyarakat menghadapi ancaman hantavirus, termasuk ketepatan informasi agar masyarakat tenang dan tidak panik dengan munculnya kasus virus ini," ungkap Puan dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (11/5/2026). Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat saat ini hidup dalam situasi yang sangat sensitif terhadap isu kesehatan setelah pandemi Covid-19.

Ketidakpastian Masyarakat Pasca Pandemi

Walaupun penularan hantavirus tidak secepat Covid-19, masyarakat masih merasakan dampak ketidakpastian yang terjadi saat awal Covid-19 muncul, sehingga kekhawatiran terhadap penyakit ini semakin meningkat. “Karena itu, negara perlu memastikan bahwa setiap informasi mengenai penyakit menular disampaikan secara transparan dan bertanggung jawab agar tidak memunculkan ketakutan maupun kebingungan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Isu hantavirus kembali menjadi perhatian global setelah wabah ini menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius, yang mengakibatkan kematian tiga penumpang. Kasus ini membuat masyarakat dunia menjadi waspada, terutama karena salah satu variannya, andes virus, diketahui dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.

Penanganan Hantavirus di Indonesia

Hantavirus merupakan kelompok virus dari genus orthohantavirus yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Virus ini termasuk dalam kategori zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mencatat terdapat 23 kasus hantavirus yang tersebar di sembilan provinsi dengan tiga kasus kematian dalam tiga tahun terakhir. Namun, jenis virus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan varian yang menyebabkan kasus di kapal pesiar tersebut.

Puan menekankan bahwa kemunculan hantavirus perlu ditangani dengan pendekatan yang tenang, terbuka, dan berbasis perlindungan masyarakat. “Tantangan terbesar dalam menghadapi munculnya ancaman penyakit yang belum umum bukan hanya pada aspek medis, tetapi juga pada kemampuan negara menjaga kepercayaan masyarakat melalui informasi yang jelas, langkah antisipasi yang terukur, dan perlindungan yang dapat dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia mendesak pemerintah untuk bergerak cepat dalam memastikan masyarakat memahami situasi secara menyeluruh dengan menjelaskan pola penularan, kelompok yang paling rentan, langkah pencegahan, serta risiko yang dihadapi oleh masyarakat. Penjelasan resmi dari pemerintah harus disampaikan secara komprehensif untuk mencegah disinformasi dan mempercepat penanganan medis yang diperlukan.

"Penting bagi pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dipahami, bukan hanya berbasis penjelasan teknis yang sulit diakses publik. Sosialisasi harus menyentuh akar rumput langsung,” tambah Puan.

Puan juga menegaskan bahwa masyarakat perlu merasakan kehadiran negara sejak tahap awal munculnya ancaman kesehatan, bukan setelah kasus berkembang luas. “Kami di DPR melalui alat kelengkapan dewan terkait akan memastikan pemerintah bergerak cepat, terbuka, dan mampu memberi rasa aman kepada masyarakat melalui langkah yang jelas dan dapat dipantau masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Puan menyatakan bahwa keberhasilan negara dalam menghadapi ancaman kesehatan tidak hanya diukur dari rendahnya jumlah kasus, tetapi juga dari kemampuan negara menjaga ketenangan masyarakat, membangun kepercayaan publik, dan memastikan setiap warga merasa terlindungi ketika menghadapi potensi risiko kesehatan baru.

Pemerataan Layanan Kesehatan

Selain mendesak transparansi dan kecepatan informasi, Puan juga menyoroti pentingnya pemerataan layanan kesehatan di daerah agar penyakit zoonosis dapat dideteksi dan ditangani dengan cepat. Ia meminta pemerintah untuk memperkuat surveilans guna mencegah penularan virus.

"Kami bersyukur temuan suspect hantavirus di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan warga negara asing (WNA) di Jakarta yang masuk kontak erat klaster MV Hondius telah dinyatakan negatif. Namun, pemantauan dan surveilans harus terus diperkuat,” ucap Puan.

Ia menambahkan bahwa ancaman penyakit berbasis lingkungan sering muncul di wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan dan pengawasan yang belum merata. Oleh karena itu, Puan mendorong pemerintah untuk memperkuat kesiapan daerah, mencakup fasilitas kesehatan, tenaga medis, laboratorium, dan sarana penunjang, serta mekanisme deteksi dini dan pelaporan yang cepat. “Tentunya, perlindungan masyarakat di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Artikel Terkait