Puan Maharani, Ketua DPR RI, menyoroti masalah serius terkait kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026, yang diakibatkan oleh meningkatnya tekanan sosial di kalangan peserta. Hal ini menjadi perhatian karena dapat berdampak negatif pada integritas pendidikan di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Puan menjelaskan bahwa tekanan dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan lingkungan sekitar, sering kali mendorong peserta untuk melakukan kecurangan demi mencapai hasil yang diharapkan. "Kita harus menyadari bahwa tekanan ini dapat mengubah cara pandang peserta terhadap pendidikan dan kejujuran," ujarnya. Puan juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung dan mengedukasi peserta agar lebih menghargai proses belajar.
Lebih lanjut, Puan mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik, di mana kejujuran dan integritas menjadi nilai utama. Dia menyatakan bahwa perlu ada langkah-langkah konkret untuk mengurangi tekanan yang dirasakan oleh peserta, sehingga mereka dapat mengikuti UTBK dengan semangat yang positif.
Dengan meningkatnya kesadaran akan masalah ini, diharapkan akan ada perubahan dalam pendekatan terhadap pendidikan dan ujian di Indonesia. Puan berharap bahwa semua pihak dapat berperan aktif dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi peserta didik.