Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
Politik

Puan Maharani Soroti Peran Media dalam Pengawasan Kerja DPR Setelah Menerima Penghargaan KWP

Puan Maharani, Ketua DPR, menekankan pentingnya peran media dalam mengawal kinerja DPR, usai menerima penghargaan dari KWP.

Rimba Amarta 16 April 2026 24 pembaca sorotpolitik.kompas.com sorotpolitik.kompas.com
Puan Maharani Soroti Peran Media dalam Pengawasan Kerja DPR Setelah Menerima Penghargaan KWP
sorotpolitik.kompas.com

Puan Maharani, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), baru-baru ini menerima penghargaan dari Komunitas Wartawan Perempuan (KWP). Dalam kesempatan tersebut, Puan menegaskan bahwa kerja DPR memerlukan pengawasan media yang ketat. Hal ini disampaikan dalam acara yang berlangsung pada hari Selasa, 24 Oktober 2023, di Jakarta.

Menurut Puan, media memiliki peran krusial dalam menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat mengenai kinerja DPR. "Media tidak hanya sebagai penghubung antara DPR dan masyarakat, tetapi juga sebagai pengawas yang dapat memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh DPR sesuai dengan kepentingan rakyat," ungkapnya.

Puan juga menggarisbawahi bahwa sinergi antara DPR dan media sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Ia mengatakan, ketika media aktif memberitakan tentang kegiatan dan kebijakan DPR, hal tersebut dapat berkontribusi positif terhadap citra lembaga legislatif di mata publik. "Keterlibatan media dalam menyampaikan informasi dan kritik konstruktif sangat diharapkan, agar DPR bisa lebih baik dalam melayani masyarakat," tambahnya.

Selain itu, Puan menyatakan bahwa penghargaan yang diterimanya merupakan bentuk pengakuan terhadap upaya DPR dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. "Kami berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak. Dukungan media adalah sangat penting untuk merealisasikan hal ini," paparnya.

Di sisi lain, Mutiara, salah satu anggota KWP, menyebutkan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran DPR dalam memajukan isu-isu yang berkaitan dengan perempuan. "Kami berharap DPR dapat terus menjalin kerja sama yang baik dengan media, sehingga berita-berita yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga mencerdaskan masyarakat," kata Mutiara.

Dalam penutupan, Puan mengajak semua elemen masyarakat, termasuk media, untuk bersama-sama mengawal kerja-kerja legislasi DPR. Ia berharap, dengan dukungan yang kuat dari media, DPR dapat semakin meningkatkan kinerjanya demi kepentingan rakyat. "Mari kita bangun komunikasi yang baik antara DPR dan media, agar informasi yang akurat dapat sampai kepada masyarakat secara luas," pungkasnya.

Penghargaan yang diterima Puan Maharani dari KWP menunjukkan bahwa kolaborasi antara DPR dan media merupakan langkah penting untuk menuju lembaga legislatif yang lebih transparan dan responsif. Ke depan, diharapkan kerjasama ini dapat terus ditingkatkan demi kemajuan bersama.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait