Update
Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional
News

Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, India hingga Australia Berebut Pasokan Surplus Nasional

Jakarta – Kinerja industri pupuk nasional menunjukkan tren yang semakin positif. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan global, pupuk urea produksi Indonesia justru menjadi incaran sejumlah nega...

Aruna Sasmita 29 June 2026 50 pembaca kabarnetizenterkini.com kabarnetizenterkini.com
Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, India hingga Australia Berebut Pasokan Surplus Nasional
kabarnetizenterkini.com
Jakarta – Kinerja industri pupuk nasional menunjukkan tren yang semakin positif. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan global, pupuk urea produksi Indonesia justru menjadi incaran sejumlah negara, mulai dari India, Filipina, Thailand, Brasil, hingga Australia.

Pemerintah mengungkapkan bahwa tingginya minat tersebut dipicu oleh kemampuan Indonesia menjaga produksi pupuk tetap melimpah, bahkan melebihi kebutuhan dalam negeri. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas ekspor sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu pemasok pupuk penting di kawasan Asia-Pasifik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa produksi pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi surplus, sehingga pemerintah memiliki ruang untuk memenuhi permintaan dari berbagai negara tanpa mengganggu kebutuhan petani di dalam negeri. (Ekon)

“Produksi pupuk kita mengalami surplus sehingga beberapa negara mengajukan permintaan kepada Indonesia,” ujar Airlangga.

Salah satu faktor yang membuat pupuk Indonesia semakin diminati adalah harga yang kompetitif. Kebijakan pemerintah yang menetapkan harga gas industri pupuk sekitar USD 6 per MMBTU mampu menjaga biaya produksi tetap efisien sehingga harga pupuk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Kondisi tersebut juga membuat Indonesia memiliki peluang memperluas pasar ekspor di tengah meningkatnya permintaan pupuk global.

Dari berbagai negara yang mengajukan permintaan, pemerintah telah memberikan persetujuan ekspor ke Australia. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengiriman sekitar 250 ribu ton pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian negara tersebut.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dan dinilai menjadi bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara di sektor pangan dan pertanian.

Selain Australia, pemerintah juga menerima permintaan impor dari India, Filipina, Thailand, dan Brasil. Secara keseluruhan, kebutuhan yang diajukan negara-negara tersebut mencapai sekitar 1 juta ton pupuk urea.

Permintaan tersebut muncul karena kapasitas produksi pupuk Indonesia saat ini mencapai sekitar 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton. Surplus inilah yang memungkinkan Indonesia meningkatkan ekspor tanpa mengurangi pasokan bagi petani nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ekspor pupuk akan tetap dilakukan secara terukur dengan mengutamakan kebutuhan dalam negeri. Setelah kebutuhan petani Indonesia dipastikan aman, kelebihan produksi akan dimanfaatkan untuk memenuhi pasar ekspor.

Selain meningkatkan devisa negara, ekspor pupuk juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen pupuk terbesar di kawasan serta menunjukkan semakin kuatnya daya saing industri pupuk nasional di pasar global.



Artikel Terkait