Update
Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow
News

PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa menurunnya minat sebagian investor terhadap Indonesia tidak disebabkan oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, faktor utama yang mem...

Karim Abinaya 08 June 2026 26 pembaca kabarnetizenterkini.com kabarnetizenterkini.com
PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA
kabarnetizenterkini.com
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa menurunnya minat sebagian investor terhadap Indonesia tidak disebabkan oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi keputusan investor saat ini lebih berkaitan dengan sentimen pasar, persepsi terhadap kondisi ekonomi, serta ketidakpastian yang berkembang di kalangan pelaku investasi.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah munculnya berbagai pemberitaan internasional mengenai fenomena “Sell Indonesia” yang ramai diperbincangkan oleh pelaku pasar global. Sejumlah investor asing disebut mulai mengurangi eksposur investasinya di Indonesia karena meningkatnya kehati-hatian terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan ke depan.

Meski demikian, Purbaya menilai persepsi yang berkembang di pasar tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia yang sebenarnya. Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang kuat. Pemerintah juga mengklaim kondisi fiskal tetap terjaga dan berbagai indikator ekonomi utama masih menunjukkan kinerja yang relatif stabil.

Menurut Purbaya, yang paling dikhawatirkan investor bukanlah keberadaan program-program prioritas pemerintah seperti MBG, melainkan munculnya sentimen negatif yang terus berkembang di pasar keuangan. Ketika persepsi negatif menyebar luas, investor cenderung mengambil langkah defensif meskipun kondisi fundamental ekonomi belum tentu mengalami penurunan signifikan.

Ia menjelaskan bahwa pasar keuangan sering kali bergerak berdasarkan ekspektasi dan persepsi. Jika muncul kekhawatiran mengenai arah kebijakan, stabilitas pasar, atau prospek ekonomi global, maka investor dapat memilih memindahkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Kondisi inilah yang dinilai turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dan pasar saham dalam beberapa waktu terakhir.

Purbaya juga menyoroti bahwa tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia tidak hanya berasal dari faktor domestik. Ketidakpastian ekonomi global, dinamika suku bunga internasional, serta kondisi geopolitik dunia masih menjadi tantangan yang memengaruhi arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski menghadapi tekanan tersebut, pemerintah optimistis kepercayaan investor dapat kembali pulih. Berbagai langkah koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat keyakinan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.

Purbaya menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah menjaga konsistensi kebijakan dan memperkuat komunikasi kepada pelaku pasar. Dengan fundamental ekonomi yang dinilai masih solid, pemerintah berharap sentimen negatif yang berkembang dapat mereda sehingga Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan.

Di tengah berbagai spekulasi yang beredar, pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan berasal dari program MBG, melainkan bagaimana menjaga kepercayaan investor dan memastikan persepsi positif terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Tags: #berita

Artikel Terkait