JAKARTA - Ananta Agung Junaedy, selaku Ketua Umum Gibranku, menanggapi dengan penyesalan pernyataan Budi Arie Setiadi yang menilai bahwa situasi politik di Indonesia dapat mengalami perubahan lebih cepat dari tahun 2029. Ananta menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi politik saat ini, terutama terkait sikap para relawan yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan Budi Arie dan Respons Gibranku
Dalam keterangannya pada Selasa (25/8), Ananta menyatakan, “Pernyataan Budi Arie tidak mencerminkan situasi politik hari ini.” Ucapan tersebut merupakan tanggapan terhadap video yang beredar di mana Budi Arie menyampaikan bahwa insting politiknya menunjukkan kemungkinan dinamika politik akan berjalan lebih cepat dari 2029. Dia juga mengaitkan hal ini dengan potensi terjadinya “patahan sejarah” akibat keresahan masyarakat terhadap keadaan ekonomi.
Dukungan Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ananta menegaskan bahwa relawan pendukung Prabowo-Gibran tetap solid dalam mengawal pemerintahan hingga masa jabatan berakhir pada 2029. “Seluruh elemen relawan masih dan tetap mendukung pemerintah menuntaskan program nasional dalam Asta Cita hingga 2029,” tegasnya. Dia menambahkan bahwa sikap ini sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mendukung Prabowo-Gibran untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.
Dia memastikan tidak ada perubahan sikap dari Gibranku maupun relawan pendukung Prabowo-Gibran. “Kami setia mendukung dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir periode masa jabatan,” ujarnya. Ananta juga menyatakan bahwa pernyataan Budi Arie adalah pandangan pribadi dan tidak mewakili Presiden Joko Widodo maupun keluarganya. “Intinya, kami semua menyayangkan pernyataan tersebut,” tutup Ananta.