Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Rencana Kerusuhan Saat Hari Buruh di Jakarta Terungkap

Polda Metro Jaya mengungkap adanya rencana penyusupan kelompok anarkis dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, khususnya di kawasan Monas dan Gedung DPR.

Yoga Samadhi 02 May 2026 22 pembaca liputan6.com liputan6.com
Rencana Kerusuhan Saat Hari Buruh di Jakarta Terungkap
Sekitar 220 ribu buruh dari berbagai daerah akan memadati Monas pada hari ini, Jumat (1/5/2026). (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Polda Metro Jaya mengungkapkan adanya upaya penyusupan oleh kelompok anarkis dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional yang akan berlangsung di Jakarta, terutama di Monas dan Gedung DPR. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan deteksi dini terhadap sejumlah kelompok yang diduga berencana melakukan kerusuhan.


Dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Iman menjelaskan bahwa meskipun Hari Buruh seharusnya menjadi momen kebahagiaan, masih terdapat upaya provokatif dan destruktif yang dapat mencoreng citra demokrasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengamankan berbagai barang yang diduga akan digunakan untuk melakukan kerusuhan, terutama di depan Gedung DPR.


Barang-barang yang diamankan antara lain botol kosong, kain pemicu, dan bensin yang dapat digunakan untuk membuat bom molotov. Selain itu, ditemukan juga paku beton yang direncanakan untuk merusak bangunan dan pembatas jalan. Iman menjelaskan bahwa kelompok tersebut berencana memanfaatkan situasi saat sebagian peserta aksi mengikuti orasi untuk melakukan pengrusakan.


Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan alat seperti ketapel dan senjata tajam yang berpotensi digunakan untuk menyerang petugas. Iman menambahkan bahwa pihaknya telah menemukan dokumen yang berisi rencana kerusuhan, termasuk jadwal serangan dan titik kumpul para pelaku. Mereka juga telah mengamankan alat komunikasi yang digunakan untuk mempersiapkan aksi tersebut.


Pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah uang yang berasal dari koordinator di lapangan, yang direncanakan akan diberikan kepada mereka yang hadir untuk melakukan kerusuhan. Iman menyebutkan bahwa terdapat rencana untuk memecah belah elemen Serikat Buruh dengan melakukan penyusupan selama kegiatan berlangsung.


Iman menegaskan bahwa langkah antisipatif telah diambil dengan menangkap sejumlah orang sebelum mereka melakukan tindakan pidana. Saat ini, sebanyak 101 orang sedang memberikan keterangan terkait sumber pendanaan dan provokasi yang dilakukan. Pihaknya berharap agar keluarga dapat berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menghindari disinformasi.


Dengan terungkapnya rencana ini, Polda Metro Jaya akan terus melakukan pengawasan dan langkah-langkah preventif untuk memastikan keamanan selama perayaan Hari Buruh di Jakarta.


Artikel Terkait