Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Rincian Penangkapan Pemilik dan Manajer Kelab Malam White Rabbit dalam Kasus Narkoba

Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkoba di kelab malam White Rabbit, Jakarta Selatan, dengan menangkap pemilik dan manajernya, menandai langkah serius penegakan hukum.

Gyan Kusuma 25 March 2026 17 pembaca liputan6.com liputan6.com
Rincian Penangkapan Pemilik dan Manajer Kelab Malam White Rabbit dalam Kasus Narkoba
liputan6.com

Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap pemilik dan manajer kelab malam White Rabbit yang terletak di Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkoba di tempat hiburan malam. Penangkapan ini terjadi pada hari Jumat, 10 November 2023, setelah serangkaian penyelidikan yang mendalam mengenai praktik ilegal yang berlangsung di dalam kelab tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, tindakan ini dilatarbelakangi oleh laporan masyarakat dan hasil pemantauan intensif yang menunjukkan adanya transaksi narkoba yang berlangsung di dalam kelab malam tersebut. “Kami mendapatkan banyak laporan dari masyarakat yang mencurigai adanya peredaran narkoba di tempat ini,” ungkap seorang petugas dari Bareskrim. Penyelidikan lebih lanjut kemudian mengarah pada pengumpulan bukti dan identifikasi pelaku.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kegiatan yang mencurigakan di kelab malam White Rabbit telah berlangsung cukup lama. Dalam operasi yang dilakukan, petugas berhasil menyita sejumlah narkoba yang diduga akan didistribusikan kepada pengunjung kelab. Penangkapan ini tidak hanya menargetkan para pelaku utama, tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk membersihkan tempat hiburan malam dari pengaruh buruk narkoba.

Dalam proses penangkapan, pihak kepolisian bertindak sigap dan melakukan penangkapan di lokasi tanpa adanya perlawanan dari para pelaku. "Kami melakukan tindakan ini dengan sangat berhati-hati untuk memastikan tidak ada seorang pun yang terluka, dan kami berhasil menangkap keduanya tanpa perlawanan," tambahnya. Pemilik dan manajer kelab malam tersebut kini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut untuk menggali informasi mengenai jaringan narkoba yang lebih luas.

Pengacara yang mewakili pemilik kelab mengklaim bahwa kliennya tidak terlibat langsung dalam aktivitas ilegal tersebut dan mempertanyakan prosedur penangkapan yang dilakukan. “Kami akan mempelajari seluruh proses hukum yang berjalan, karena kami yakin klien kami tidak bersalah,” jelas pengacara tersebut.

Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku lainnya yang terlibat dalam perdagangan narkoba di tempat hiburan malam. Bareskrim Polri berkomitmen untuk terus memantau dan menyelidiki kasus serupa di berbagai lokasi lain untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.

Ke depan, proses hukum terhadap pemilik dan manajer kelab malam White Rabbit akan menjadi sorotan lebih lanjut, khususnya terkait dengan langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak kepolisian dan hasil dari penyidikan yang berlangsung. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pemilik tempat hiburan untuk lebih memperhatikan aspek keamanan dan kepatuhan hukum di tempat usaha mereka.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait