Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

--- RSUD Bekasi Belum Beri Keterangan Mengenai 23 Pasien Kecelakaan KRL ---

--- RSUD Cahsbullah Abdulmajid di Kota Bekasi menjadi lokasi perawatan bagi 23 pasien yang terluka akibat kecelakaan KRL. Namun, rumah sakit belum memberikan informasi resmi terkait kondisi pasien. -...

Arya Yudhistira 30 April 2026 23 pembaca liputan6.com liputan6.com
---
RSUD Bekasi Belum Beri Keterangan Mengenai 23 Pasien Kecelakaan KRL

---
RSUD Cahsbullah Abdulmajid (CAM) Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menjadi lokasi rujukan para korban luka. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmaro)
---TITLEEXCERPT--- RSUD Cahsbullah Abdulmajid di Kota Bekasi menjadi lokasi perawatan bagi 23 pasien yang terluka akibat kecelakaan KRL. Namun, rumah sakit belum memberikan informasi resmi terkait kondisi pasien. ---CONTENT---

RSUD Cahsbullah Abdulmajid (CAM) di Kota Bekasi, Jawa Barat, telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan bagi korban kecelakaan kereta rangkaian listrik (KRL) yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Hingga hari ketiga pasca insiden, tercatat ada 23 pasien yang masih dirawat inap di rumah sakit tersebut.


Data yang ditampilkan di posko korban menunjukkan bahwa total pasien yang dirawat inap adalah 23 orang. Namun, hingga saat ini, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi mengenai jenis luka yang dialami oleh para pasien tersebut. Mereka masih dalam proses meminta izin untuk memberikan penjelasan dari pihak direktur RSUD Bekasi.


Sebelumnya, total ada 54 korban yang dirawat di RSUD Bekasi, namun sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang. Di antara 23 pasien yang masih dirawat, terdapat nama-nama seperti Despita, Shofi Salsabila, dan Siti Maryam.


Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini sedang menyelidiki penyebab kecelakaan yang terjadi. Tim investigasi telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti teknis terkait sistem persinyalan kereta. Fokus penyelidikan meliputi kondisi perangkat komunikasi dan pengaturan lalu lintas kereta sebelum kecelakaan terjadi.


Humas KNKT, Arief, menjelaskan bahwa tim masih melakukan investigasi di lapangan dan sedang mendalami berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan. Selain pemeriksaan fisik, KNKT juga berencana mewawancarai saksi kunci, meskipun waktu untuk wawancara dengan awak kereta masih belum ditentukan.


KNKT menegaskan bahwa hasil investigasi mereka akan dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik setelah seluruh proses pemeriksaan selesai. Laporan akhir akan berisi rekomendasi teknis untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.


Sementara itu, KNKT juga menegaskan bahwa investigasi yang mereka lakukan bersifat independen dan tidak berhubungan dengan proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Laporan akhir dari KNKT tidak akan menentukan pihak mana yang bertanggung jawab secara pidana.


Dengan demikian, perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi pasien dan hasil investigasi diharapkan dapat segera terungkap dalam waktu dekat.

Artikel Terkait