Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Rupiah Menguat di Akhir Perdagangan, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat, meskipun terdapat berbagai sentimen global yang mempengaruhi pasar. Proyeksi untuk perdagangan besok menunjukkan pergerakan yang fluktua...

Kalula Putri 29 September 2026 49 pembaca jpnn.com jpnn.com
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Bagaimana Proyeksi Besok?
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Bagaimana Proyeksi Besok?

Dalam perdagangan hari ini, Senin (28/9), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat sebesar 13 poin, mencapai level Rp 17.902. Pergerakan ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS dan berbagai sentimen global serta domestik yang mempengaruhi pasar.

Faktor Geopolitik dan Ekonomi Global

Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, kondisi nilai tukar rupiah hari ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini terjadi setelah Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan melunakkan syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran mengusulkan agar Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu tujuh hari, dengan syarat negosiasi dilanjutkan dan Washington mencabut blokade serta sanksi minyak. Meskipun Presiden Trump menolak syarat tersebut, laporan dari Axios memperkirakan bahwa negosiasi antara kedua belah pihak akan dilanjutkan minggu ini dengan Qatar sebagai mediator.

Ibrahim juga menambahkan, "Menambah kekhawatiran terkait pasokan, pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman juga telah meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal komersial di Laut Merah."

Pengaruh Harga Minyak dan Kebijakan Moneter

Dari sisi domestik, Ibrahim menyebutkan bahwa harga minyak dunia yang tetap di atas USD 90 per barel menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan risiko terhadap perekonomian nasional melalui inflasi, fiskal, dan keseimbangan eksternal. Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak mentah Indonesia ditetapkan pada USD 70 per barel, sementara ICP Juli tercatat mencapai USD 81,68 per barel. Jika harga tetap tinggi, hal ini dapat memperlebar defisit anggaran.

Pemerintah memiliki beberapa opsi untuk mengatasi situasi ini, mulai dari menambah subsidi hingga menyesuaikan harga energi domestik. Setiap kenaikan ICP sebesar USD 1 per barel dapat memperlebar defisit sekitar Rp 6,8 triliun. Selain itu, potensi risiko dari kenaikan harga energi dunia dan ancaman fenomena cuaca El Nino terhadap ketersediaan pangan juga menjadi perhatian serius bagi otoritas moneter.

Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Ibrahim menekankan bahwa ruang untuk pelonggaran moneter dalam waktu dekat diperkirakan akan semakin terbatas, seiring dengan meningkatnya laju inflasi bulan Agustus yang mencapai 3,19 persen secara tahunan.

Untuk proyeksi perdagangan besok, diperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif, namun kemungkinan akan ditutup melemah dalam rentang Rp 17.900 hingga Rp 17.950.

Artikel Terkait