Saham Roblox Corporation (RBLX) mengalami penurunan signifikan sebesar 23 persen setelah dirilisnya laporan keuangan terbaru. Penurunan ini terjadi bukan karena kualitas game yang menurun, melainkan akibat penerapan kebijakan baru yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan anak, yang merupakan kelompok pengguna utama platform tersebut.
Pada 6 April 2026, saham Roblox berada di angka 57,2 dolar AS, namun pada 6 Mei 2026, nilainya merosot menjadi 44,04 dolar AS atau sekitar Rp770 ribu. Penurunan ini merupakan yang terdalam dalam setahun terakhir, mengingat saham Roblox pernah mencapai 135 dolar AS pada tahun 2025. Investor kini menyadari bahwa kebijakan yang baik untuk pelanggan dapat berdampak negatif bagi pemegang saham dalam jangka pendek.
Revisi proyeksi pendapatan yang jauh di bawah ekspektasi Wall Street menjadi penyebab utama penurunan tersebut. Roblox menghadapi tekanan terkait isu keamanan anak dan bahkan menghadapi tuntutan hukum, yang mendorong perusahaan untuk meluncurkan fitur verifikasi usia. Fitur ini membagi pengguna berdasarkan kelompok umur untuk interaksi yang lebih aman.
Walaupun langkah ini dianggap etis, dampaknya terhadap pertumbuhan pengguna ternyata lebih besar dari yang diperkirakan. Dalam laporan kepada investor, Roblox menyatakan, "Pertumbuhan terhambat oleh kendala yang lebih besar dari perkiraan akibat peluncuran fitur pengecekan usia." Fitur ini memperlambat akuisisi pengguna baru dan mengurangi komunikasi di dalam platform, yang merupakan elemen penting bagi ekosistem sosial Roblox.
Akibatnya, proyeksi pemesanan untuk tahun ini direvisi turun secara drastis, memicu kepanikan di kalangan investor. Meskipun demikian, beberapa pihak masih optimis bahwa ini bukanlah akhir dari pertumbuhan Roblox dan berharap adanya perbaikan di masa mendatang.