Update
Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow
Politik

Said Abdullah Anjurkan Pemerintah untuk Realokasi Anggaran Demi Kesehatan Fiskal

Said Abdullah mengusulkan realokasi anggaran belanja pemerintah untuk menjaga kesehatan fiskal dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Lare Ayu 31 March 2026 35 pembaca sorotpolitik.kompas.com sorotpolitik.kompas.com
Said Abdullah Anjurkan Pemerintah untuk Realokasi Anggaran Demi Kesehatan Fiskal
sorotpolitik.kompas.com

Dalam upaya menjaga kesehatan fiskal negara, Said Abdullah, seorang anggota DPR RI, mendorong pemerintah agar segera melakukan realokasi terhadap belanja yang tidak mendesak. Pendapat ini muncul di tengah kekhawatiran akan dampak pandemi COVID-19 yang masih dirasakan oleh masyarakat dan perekonomian Indonesia. Abdullah menegaskan bahwa langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan keuangan negara di masa depan.

Menurut Abdullah, pemerintah harus lebih fokus pada pengeluaran yang benar-benar prioritas dan mendesak, terutama dalam sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi. "Kita harus bijaksana dalam mengelola anggaran, terutama di masa-masa sulit ini. Realokasi anggaran untuk sektor-sektor yang sangat diperlukan akan sangat membantu masyarakat," ujar Abdullah dalam sebuah konferensi pers. Ia menyebutkan bahwa masih terdapat banyak pos anggaran yang dapat dialihkan untuk tujuan yang lebih mendesak.

Peningkatan pengeluaran pada sektor kesehatan, menurut Abdullah, harus menjadi salah satu prioritas utama. Dengan realokasi anggaran tersebut, diharapkan dapat memberikan dukungan lebih bagi sektor kesehatan yang masih berjuang menghadapi berbagai tantangan akibat dampak pandemi. "Banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan membutuhkan dukungan lebih untuk menangani pasien COVID-19 dan penyakit lainnya," tambahnya.

Abdullah juga menekankan perlunya pemerintah untuk memperhatikan kondisi ekonomi rakyat yang masih tertekan. Ia mengajak pemerintah untuk meninjau kembali belanja-belanja yang tidak dianggap urgent, seperti proyek-proyek yang dapat ditunda atau dialihkan dan dialokasikan untuk program-program perlindungan sosial. "Kita harus memprioritaskan bantuan langsung dan program-program yang bisa menjaga daya beli masyarakat," kata Abdullah.

Keprihatinan atas kesehatan fiskal ini juga disampaikan oleh sejumlah ekonom, yang menyatakan bahwa realokasi anggaran adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi. Pemulihan ekonomi yang cepat dan efisien diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Melihat urgensi dari situasi ini, Abdullah berharap agar pemerintah segera merespons saran-saran tersebut. Ia mengisyaratkan bahwa pemeriksaan dan evaluasi terhadap pos-pos anggaran yang kurang penting harus dilakukan dengan segera. "Kita tidak bisa berlama-lama dalam mengatasi masalah ini. Tindakan nyata sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan fiskal dan memulihkan ekonomi rakyat," pungkasnya.

Kesimpulannya, realokasi anggaran yang diusulkan oleh Said Abdullah menjadi langkah strategis yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah dalam rangka menghadapi tantangan ekonomi yang masih ada. Dalam waktu dekat, diharapkan ada rencana konkret dari pemerintah terkait langkah-langkah tersebut untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan fiskal negara.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait