Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Teknologi

Solusi Modern untuk Mengatasi Krisis Air di Indonesia

Indonesia masih menghadapi ancaman krisis air bersih yang semakin serius akibat meningkatnya permintaan dan pencemaran. Teknologi pengolahan air modern diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatk...

Bima Candrakumara 06 August 2026 66 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA – Ancaman krisis air bersih terus menghantui Indonesia. Kenaikan kebutuhan air bersih, pencemaran pada sumber-sumber air, serta dampak dari perubahan iklim menjadikan pengelolaan sumber daya air sebagai tantangan yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi pengolahan air minum dan limbah menjadi sangat penting.

Pemerintah menganggap pengembangan teknologi sebagai salah satu langkah krusial untuk memperkuat ketahanan air di tingkat nasional. Langkah ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan bahwa pengelolaan air dan sanitasi dilakukan dengan lebih efektif melalui penerapan inovasi terbaru.

Pentingnya Teknologi dalam Pengelolaan Air

Sandhi Eko Bramono Poedjastanto, Plt. Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum, menekankan bahwa pengenalan teknologi modern sangat penting untuk mempercepat peningkatan layanan air minum dan sanitasi di Indonesia. "Jadi acara seperti Indo Water ini sangat bermanfaat. Bukan hanya menginseminasikan apa yang dilakukan maupun yang sedang dilakukan oleh Kementerian PU dalam bidang air minum maupun sanitasi," ungkap Sandhi dalam acara Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2026 Expo & Forum yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini.

Inovasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Dengan tantangan yang ada, adopsi teknologi baru dalam pengolahan air diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan. Pengelolaan yang lebih efisien akan membantu menjawab kebutuhan air bersih yang terus meningkat, sekaligus mengurangi dampak pencemaran yang mengancam kualitas sumber daya air di Indonesia.

Artikel Terkait